Arsitektur Berjejak Ringan Sebagai Mediator Manusia dan Alam: Perancangan Fasilitas Konservasi di Taman Nasional Ujung Kulon

Ichwanan, Muhcammad Kiemas and , Nur Rahmawati Syamsiyah, S.T, M.T (2026) Arsitektur Berjejak Ringan Sebagai Mediator Manusia dan Alam: Perancangan Fasilitas Konservasi di Taman Nasional Ujung Kulon. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img] PDF (Naskah Publikasi)
Naskah Publikasi - Muchammad Kiemas Ichwanan.pdf

Download (994kB)
[img] PDF (Halaman Depan)
COVER_MUCHAMMAD KIEMAS ICHWANAN.pdf

Download (1MB)
[img] PDF (Bab I)
BAB I_MUCHAMMAD KIEMAS ICHWANAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (893kB) | Request a copy
[img] PDF (Bab II)
BAB II_MUCHAMMAD KIEMAS ICHWANAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[img] PDF (Bab III)
BAB III_MUCHAMMAD KIEMAS ICHWANAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy
[img] PDF (Bab IV)
BAB IV_MUCHAMMAD KIEMAS ICHWANAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy
[img] PDF (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA_MUCHAMMAD KIEMAS ICHWANAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (475kB) | Request a copy
[img] PDF (Lampiran)
LAMPIRAN_MUCHAMMAD_KIEMAS_ICHWANAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (7MB) | Request a copy
[img] PDF (PUBLIKASI)
PERNYATAAN PUBLIKASI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (213kB) | Request a copy

Abstract

Kawasan konservasi memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem dan melindungi keanekaragaman hayati yang terancam. Namun, pembangunan fasilitas pada kawasan dengan sensitivitas ekologis tinggi masih sering menggunakan pendekatan konvensional yang berpotensi menimbulkan fragmentasi habitat, gangguan terhadap satwa, serta perubahan pada sistem ekologis kawasan. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan operasional konservasi dengan prinsip perlindungan lingkungan. Penelitian ini bertujuan merumuskan konsep arsitektur berjejak ringan sebagai strategi perancangan fasilitas konservasi yang mampu meminimalkan intervensi fisik terhadap tapak sekaligus berfungsi sebagai mediator antara manusia dan alam. Lokasi kajian berada di Taman Nasional Ujung Kulon, yang merupakan kawasan konservasi dengan tingkat sensitivitas ekologis tinggi dan habitat penting bagi badak jawa (Rhinoceros sondaicus). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif melalui observasi, studi literatur, dan studi komparasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan arsitektur berjejak ringan dapat diterapkan melalui minimisasi jejak bangunan, penggunaan struktur panggung, sistem konstruksi modular dan reversibel, pemanfaatan material lokal yang berkelanjutan, serta pengaturan sirkulasi yang terkendali. Selain itu, arsitektur dapat berfungsi sebagai mediator melalui tiga lapisan utama, yaitu mediasi spasial, mediasi ekologis, dan mediasi perilaku. Ketiga lapisan tersebut mengatur hubungan antara aktivitas manusia dan sistem alam agar tetap seimbang. Dengan demikian, penelitian ini menghasilkan kerangka konseptual perancangan yang adaptif, kontekstual, dan relevan untuk diterapkan pada fasilitas konservasi di kawasan dengan sensitivitas ekologis tinggi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: arsitektur berjejak ringan, konservasi, ekologi lanskap, resilience design, mediator manusia dan alam.
Subjects: N Fine Arts > N Visual arts (General) For photography, see TR
N Fine Arts > NA Architecture
N Fine Arts > NX Arts in general
S Agriculture > SF Animal culture
Divisions: Fakultas Teknik > S1 Teknik Arsitektur
Depositing User: MUCH KIEMAS ICHWANAN
Date Deposited: 18 Aug 2026 08:04
Last Modified: 18 Aug 2026 08:04
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/148041

Actions (login required)

View Item View Item