Perlindungan Hukum Terhadap Korban Tindak Pidana Penipuan Di Sosial Media

Sholikhah, Afinda Wahyu Nur and , Hanifah Febriani, S.H., LL.M. (2025) Perlindungan Hukum Terhadap Korban Tindak Pidana Penipuan Di Sosial Media. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img] PDF (Naskah Publikasi)
naspub perlindungan.pdf

Download (258kB)
[img] PDF (Halaman Depan)
REVISI SKRIPSIi-1-12.pdf

Download (332kB)
[img] PDF (Bab I)
REVISI SKRIPSIi-13-31.pdf

Download (362kB)
[img] PDF (Bab II)
REVISI SKRIPSIi-32-42.pdf
Restricted to Registered users only

Download (222kB)
[img] PDF (Bab III)
REVISI SKRIPSIi-43-59.pdf
Restricted to Registered users only

Download (274kB)
[img] PDF (Bab IV)
REVISI SKRIPSIi-60-63.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (218kB)
[img] PDF (Daftar Pustaka)
REVISI SKRIPSIi-64-68.pdf

Download (200kB)
[img] PDF (Surat Pernyataan Publikasi)
20250219_134802-_1_.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (213kB)

Abstract

Maraknya tindak pidana penipuan di sosial media menimbulkan keresahan serius dan kerugian finansial bagi masyarakat, sehingga memengaruhi kepercayaan pengguna terhadap transaksi daring. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum terhadap korban penipuan di sosial media, dengan menitikberatkan pada mekanisme preventif (edukasi, literasi digital, dan penguatan sistem keamanan) serta pendekatan represif (penerapan sanksi pidana). Metode penelitian yang digunakan bersifat normatif, dengan memeriksa peraturan perundang-undangan seperti Pasal 378 KUHP dan Pasal 28 ayat (1) jo. Pasal 45A ayat (1) UU ITE, serta nilai-nilai hukum Islam yang menekankan kejujuran dan keadilan dalam transaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanksi pidana berupa hukuman penjara dan/atau denda dapat diberikan kepada pelaku, sementara keberhasilan penindakan sangat bergantung pada pemanfaatan teknologi forensik untuk mengumpulkan bukti digital. Dari perspektif hukum Islam, penipuan di media sosial tergolong larangan mengambil harta orang lain secara batil (jarimah tadlis), yang dapat dikenai ta’zir sesuai tingkat kerugian. Kesimpulannya, kolaborasi antara aparat penegak hukum, penyedia platform digital, dan masyarakat, didukung peningkatan literasi digital serta integrasi nilai keadilan hukum Islam, menjadi kunci untuk melindungi korban secara efektif dan mengurangi angka penipuan daring.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: penipuan, sosial media, hukum Islam
Subjects: K Law
K Law > Indonesia Law > Law (General)
K Law > Indonesia Law
K Law > Indonesia Law > Hukum Pidana
K Law > Indonesia Law > Hukum Perdata
Divisions: Fakultas Hukum > S1 Ilmu Hukum
Depositing User: AFINDA WAHYU NUR SHOLIKHAH
Date Deposited: 21 Feb 2025 07:24
Last Modified: 21 Feb 2025 07:24
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/132889

Actions (login required)

View Item View Item