ANALISIS PENENTUAN FAKTOR YANG PALING BERPENGARUH TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN OPERSIONAL DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) (Studi Kasus Di PP. Burung Mas, Solo)

NUR HAYATI, NUR HAYATI (2010) ANALISIS PENENTUAN FAKTOR YANG PALING BERPENGARUH TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN OPERSIONAL DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) (Studi Kasus Di PP. Burung Mas, Solo). Skripsi thesis, Univerversitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
D600030131.pdf

Download (36kB)
[img] PDF
D600030131.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

ANALISIS PENENTUAN FAKTOR YANG PALING BERPENGARUH TERHADAP PRESTASI KERJA KARYAWAN OPERASIONAL DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) (Studi Kasus Pada PP. Burung Mas) Keberhasilan suatu perusahaan dapat dicapai dengan usaha dan kualitas sumber daya manusianya yaitu tenaga kerja. Usaha-usaha yang dilakukan dapat berbentuk pengembangan manajemen, perbaikan sistem kerja dan usaha-usaha mengadakan alih teknologi baik yang menengah maupun teknologi tinggi. Disamping itu perlu juga meningkatkan kualitas pegawai yang dimilikinya. Untuk mengetahui adanya peningkatan kualitas sumberdaya manusia yang dimilikinya, maka pihak perusahaan perlu menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi kinerja pegawainya, kemudian perusahaan melakukan penilaian terhadap prestasi kinerja tersebut. Metode Proses Hierarki Analitik merupakan sebuah metode yang digunakan untuk proses pengambilan keputusan. Sebuah metode yang menggunakan preferensi dari para ahli untuk memberikan penilaiannya. Dari penilaian yang diberikan, dibuat sebuah matriks perbandingan berpasangan. Lalu dicari nilai geomatrik means dan bobot prioritasnya, dari sini dapat diketahui kriteria mana yang diunggulkan dengan melihat besarnya bobot prioritas. Setelah dilakukan analisis, maka didapat hasil sebagai berikut: Pada level I, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap Prestasi Kinerja adalah faktor kondisi lingkungan kerja dengan bobot = 0,385666, Faktor kondisi SDM dengan bobot = 0,379007 , dan Faktor Manajemen dengan bobot = 0,249471. a.Faktor-faktor yang mempengaruhi faktor kondisi lingkungan kerja adalah faktor pengaturan layout proses produksi dengan bobot = 0,154292, faktor kondisi suhu ruangan dengan bobot = 0,070299, faktor kondisi mesin produksi dengan bobot = 0,055846, faktor polusi udara dengan bobot = 0,052772, dan faktor penerangan ruangan dengan bobot = 0,052457. b.Faktor-faktor yang mempengaruhi faktor kondisi SDM adalah faktor motivasi dengan bobot = 0,118976, faktor pengalaman kerja dengan bobot = 0,077692, faktor usia dengan bobot = 0,070184, faktor jenis kelamin dengan bobot = 0,061268 , dan faktor ketrampilan dengan bobot = 0,050887 c.Faktor-faktor yang mempengaruhi faktor Manajemen adalah faktor Manajemen penggajian dengan bobot = 0,085236, faktor pengaturan shift kerja dengan bobot = 0,058901, faktor kedisiplinan kerja dengan bobot = 0,040411, faktor hubungan antar karyawan dengan bobot = 0,035119 dan faktor Manajemen K3 dengan bobot = 0,029804. Dengan demikian faktor yang memerlukan perhatian dan pertimbangan perusahaan untuk peningkatan prestasi kerja adalah sub faktor pengaturan layout proses produksi pada faktor kondisi lingkungan kerja dengan perolehan bobot prioritas terbesar.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: KERJA KARYAWAN OPERSIONAL, METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Industri
Depositing User: Mrs Esti Handayani
Date Deposited: 10 Jun 2010 09:39
Last Modified: 15 Nov 2010 04:26
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/7376

Actions (login required)

View Item View Item