PRARANCANGAN PABRIK SELULOSA ASETATDARI SELULOSA DAN ASETAT ANHIDRID DENGAN PROSES ASETILASI KAPASITAS 25.500 TON PER TAHUN

PRAHASTUTI, ASRINING (2010) PRARANCANGAN PABRIK SELULOSA ASETATDARI SELULOSA DAN ASETAT ANHIDRID DENGAN PROSES ASETILASI KAPASITAS 25.500 TON PER TAHUN. Skripsi thesis, Univerversitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
D500010110.pdf

Download (248kB)
[img] PDF
D500010110.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Selulosa asetat mempunyai rumus molekul [C6H7O2(CH3COO)3]x, berwujud padat (serbuk) dan berwarna putih. Karena keseragamannya dalam kualitas, kemudahan dalam pewarnaan dan berbagai karakteristik estetika lainnya, menjadikannya sebagai pilihan dalam pembuatan pakaian wanita dan keperluan kain pada rumah tangga. Pemakaian penting lainnya adalah sebagai filter pada rokok, untuk produksi lembaran-lembaran plastik, film, dan juga cat. Pabrik selulosa didirikan karena kebutuhan terhadap bahan tersebut semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pabrik ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Pabrik selulosa asetat direncanakan didirikan pada tahun 2014 dengan lokasi di Cilegon, Propinsi Banten dengan kapasitas 25.500 ton per tahun dan luas tanah 3050 m2 yang beroperasi selama 330 hari per tahun. Pada proses pembuatan selulosa asetat [C6H7O2(CH3COO)3]x menggunakan perbandingan dalam berat selulosa dan asetat anhidrid = 1400 : 4000. Reaksi bersifat endotermis dan dijalankan dalam reaktor RATB, irreversible serta kondisi operasi pada suhu 45oC dan tekanan 1 atm. Pabrik selulosa asetat berkapasitas 25.500 ton/tahun ini membutuhkan bahan baku selulosa sebanyak 3.027,324 kg/jam, asetat anhidrid sebanyak 8.279,012 kg/jam, asam asetat sebanyak 13.406,236 kg/jam dan asam sulfat sebanyak 42,029 kg/jam. Utilitas pendukung proses meliputi penyediaan air sebesar 35.977,071 kg/jam yang diperoleh dari air laut, penyediaan steam sebesar 5.506,374 kg/jam, kebutuhan listrik diperoleh dari PLN dan generator set sebesar 35,42 kW. Limbah yang ditangani berupa padat, gas dan cair. Laboratorium dibagi menjadi Laboratorium Analisa, serta Laboratorium Penelitian dan Pengembangan. Dari analisis ekonomi, pabrik selulosa asetat ini membutuhkan modal tetap sebesar Rp.103.530.727.634,- dan modal kerja sebesar Rp.61.271.485.159,- Keuntungan sebelum pajak sebesar Rp. 38.889.838.960,- per tahun dan sesudah pajak sebesar Rp. 27.222.887.272,- per tahun. Analisis kelayakan ini memberikan hasil bahwa Percent Return On Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 37,56 % dan setelah pajak sebesar 26,29 %. Pay Out Time (POT) sebelum pajak sebesar 2,10 tahun sedangkan setelah pajak sebesar 2,76 tahun. Break Even Point (BEP) sebesar 48,78% kapasitas, dan Shut Down Point (SDP) sebesar 32,50% kapasitas. Discounted Cash Flow (DCF) sebesar 34,87%. Berdasarkan data–data di atas maka pabrik selulosa asetat dari selulosa dan asetat anhidrid ini menguntungkan dan layak untuk didirikan.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Selulosa asetat
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Kimia
Depositing User: Mrs Esti Handayani
Date Deposited: 30 Nov 2010 08:55
Last Modified: 30 Nov 2010 10:44
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/9077

Actions (login required)

View Item View Item