OPTIMALISASI PERENCANAAN CAMPURAN PANAS HRS-B DITINJAU DARI KARAKTERISTIK MARSHALL DAN DURABILITAS (STUDI KASUS PENGGUNAAN AGREGAT KASAR BATU KAPUR DAN AGREGAT HALUS DARI DIY)

Puspitasari , Rianarayanti and Nurmaningsih, Dyah Ratri (2008) OPTIMALISASI PERENCANAAN CAMPURAN PANAS HRS-B DITINJAU DARI KARAKTERISTIK MARSHALL DAN DURABILITAS (STUDI KASUS PENGGUNAAN AGREGAT KASAR BATU KAPUR DAN AGREGAT HALUS DARI DIY). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img] PDF
D100030003-D100030098.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Agregat yang biasanya digunakan untuk HRS (Hot Rolled Sheet) adalah agregat batu pecah. Pemilihan agregat batu kapur akan menjadi alternatif lain dalam pembuatan konstruksi lapis permukaan jalan di daerah pegunungan kapur. Permasalahannya adalah spesifikasi gradasi agregat manakah yang dapat mengoptimalkan campuran HRS-B berdasaran nilai Marshall dan durabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai karakteristik Marshall, nilai durabilitas, dan spesifikasi agregat yang dapat mengoptimalkan campuran HRS-B berdasarkan nilai Marshall dan durabilitas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pembuatan sampel berkadar aspal optimum dengan gradasi agregat yang menggunakan batas atas, batas tengah, dan batas bawah. Karakteristik Marshall yang dicari adalah VIM, VFWA, VMA, stabilitas, flow, dan Marshall Quotient (MQ) yang diperoleh dari hasil Marshall Test. Nilai durabilitas ditinjau berdasarkan daya tahan campuran yang dihitung dari prosentase nilai stabilitas dengan variasi 24 jam dan 48 jam. Variasi spesifikasi gradasi agregat mempengaruhi karakteristik Marshall, dan durabilitas. Spesifikasi gradasi agregat batas atas menyebabkan nilai VIM, MQ, VMA, dan flow semakin turun, sedangkan nilai VFWA, dan stabilitas semakin naik. Untuk batas tengah menyebabkan nilai stabilitas, VIM, MQ, dan VMA semakin turun, sedangkan nilai VFWA, dan flow semakin naik. Dan untuk batas bawah menyebabkan nilai flow, dan VIM semakin turun, sedangkan nilai stabilitas, VFWA, MQ, dan VMA semakin naik Kadar aspal optimum pada batas atas sebesar 9,66%, batas tengah sebesar 9,74%, batas bawah sebesar 9,84%. Nilai durabilitas pada spesifikasi gradasi agregat batas atas memberikan sisa penurunan nilai stabilitas sebesar 74,125% (syarat awet ≥ 75%), sehingga sifat awet campuran HRS-B jelek. Nilai durabilitas pada spesifikasi gradasi agregat batas tengah memberikan sisa penurunan nilai stabilitas sebesar 77,672%, sehingga sifat awet campuran HRS-B baik. Nilai durabilitas pada spesifikasi gradasi agregat batas bawah memberikan sisa penurunan nilai stabilitas sebesar 73,653%, sehingga sifat awet campuran HRS-B jelek. Spesifikasi gradasi agregat yang dapat mengoptimalkan campuran HRS-B berdasarkan nilai Marshall dan durabilitas adalah gradasi agregat dengan spesifikasi batas tengah.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: HRS, agregat batu kapur, spesifikasi agregat, karakteristik Marshall, durabilitas.
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Depositing User: Ari Fatmawati
Date Deposited: 20 Oct 2008 03:35
Last Modified: 21 Feb 2011 04:44
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/597

Actions (login required)

View Item View Item