PENGARUH PEMAKAIAN KAPUR TERHADAP TEKANAN PENGEMBANGAN DAN PENURUNAN KONSOLIDASI PADA TANAH LEMPUNG PEDAN KLATEN

Setiyawan, Agung (2008) PENGARUH PEMAKAIAN KAPUR TERHADAP TEKANAN PENGEMBANGAN DAN PENURUNAN KONSOLIDASI PADA TANAH LEMPUNG PEDAN KLATEN. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
D100010083.pdf

Download (149kB)
[img] PDF
D100010083.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Tanah lempung mempunyai sifat mengembang dan menyusut yang tinggi seiring dengan perubahan kelembapan. Keadaan tersebut akan mempengaruhi terhadap konstruksi suatu bangunan, sehingga diperlukan perbaikan dengan stabilisasi tanah. Penambahan kapur sebagai bahan stabilisasi diharapkan dapat memperkecil perubahan kembang susut tanah lempung. Sampel diambil dari daerah Pedan, Klaten dengan variasi penambahan kapur sebesar 0%, 2,5%, 5%, dan 7,5% dari berat tanah. Pengujian yang dilakukan adalah uji specific gravity, uji Atterberg limits, uji hydrometer, uji analisa saringan, uji standard proctor, uji konsolidasi dan uji tekanan pengembangan. Penambahan kapur 2,5%, 5% dan 7,5% tidak mengubah klasifikasi tanah daerah pedan tetap pada golongan A-7-6 (AASHTO). Pada klasifikasi USCS penambahan 2,5% kapur tidak mengubah golongan tanah Pedan, sedangkan pada penambahan 5% kapur mengubah klasifikasi tanah pedan dari CH menjadi CL dan menjadi ML/OL pada penambahan 7,5%. Hasil uji spesific gravity mengalami penurunan, penurunan terbesar pada penambahan kapur 7,5%, yaitu sebesar 0.018 dibandingkan tanah asli. Hasil uji Atterberg limits untuk batas cair dan batas susut mengalami penurunan, penurunan terbesar terjadi pada penambahan kapur 7,5%, penurunan batas cair sebesar 0.142% dibandingkan tanah asli, sedangkan untuk batas susut 0.211% dibandingkan tanah asli. Nilai batas plastis mengalami peningkatan terbesar pada penambahan 7,5% sebesar 0.252% dibandingkan tanah asli. Nilai indeks plastisitas mengalami penurunan terbesar pada penambahan 7,5% sebesar 0,480% dibandingkan tanah asli. Nilai penurunan konsolidasi mengalami penurunan terbesar pada penambahan kapur 7,5% sebesar 0.792 cm dibandingkan tanah asli. Nilai tekanan pengembangan mengalami penurunan terbesar pada penambahan kapur 7,5% sebesar 0,168 dibandingkan tanah asli.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Tanah lempung, Kapur, Stabilisai, Konsolidasi, Tekanan pengembangan.
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Depositing User: Ari Fatmawati
Date Deposited: 29 Jul 2009 03:33
Last Modified: 21 Feb 2011 04:47
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/3796

Actions (login required)

View Item View Item