PENENTUAN TINGKAT PENCEMARAN AIR SUNGAI BENGAWAN SOLO DENGAN BIOINDIKATOR : Studi Kasus di Stasiun Desa Pokoh Wonogiri, Pasar Kliwon Solo, dan Desa Kembu Kebakramat Karanganyar

Setyawati, Ratna Dewi (2008) PENENTUAN TINGKAT PENCEMARAN AIR SUNGAI BENGAWAN SOLO DENGAN BIOINDIKATOR : Studi Kasus di Stasiun Desa Pokoh Wonogiri, Pasar Kliwon Solo, dan Desa Kembu Kebakramat Karanganyar. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img] PDF
A420010122.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (815kB)

Abstract

Sungai Bengawan Solo melewati pemukiman daerah Karesidenan Surakarta. Jika terdapat buangan limbah yang berasal dari daerah hulu sungai, maka ada kemungkinan sungai tersebut sudah mengalami pencemaran air. Untuk itu perlu upaya pemeriksaan kualitas air Sungai Bengawan Solo dari bioindikator terutama bakteri Coliform dan Fecal Coliform serta aspek pendukung pencemar lainnya seperti kehadiran larva Chironomus sp. di dalam lingkungan perairan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pencemaran air sungai Bengawan Solo dengan indikator Coliform dan Fecal Coliform serta larva Chironomus sp. antara daerah Desa Pokoh Wonoboyo Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri sampai Desa Kembu, Kecamatan Kebakramat, Kabupaten Karanganyar pada perairan Sungai Bengawan Solo. Parameter utama yang diamati adalah jumlah Coliform, Fecal Coliform, dan larva Chironomus sp. parameter pendukungnya adalah pH, suhu, dan kecepatan arus air sungai. Untuk analisis data, digunakan RAK dengan 3 stasiun. Tiap stasiun dibuat 4 ulangan/ kelompok. Data yang diperoleh dianalisis dengan Anova. Jika ada beda nyata (F hit > F tabel) antar stasiun, maka dilanjutkan dengan uji BNT. Metode yang digunakan untuk mengetahui jumlah perkiraan terdekat dari bakteri Coliform dan Fecal Coliform adalah dengan metode MPN (Most Probable Number) seri tabung 3-3-3 yang terdiri dari Tes Perkiraan dengan medium LB, Tes Penegasan dengan medium BGLB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah populasi Coliform, Fecal Coliform dan larva Chironomus sp pada stasiun di Wonogiri adalah 2,68 x 104, 3,23 x 103, dan 6,3 x 101. Pada stasiun di Solo adalah 6,2 x 104, 5,05 x 103, dan 2,215 x 103. Pada stasiun di Karanganyar adalah 6,0075 x 105, 1,193258 x 105, dan 4,53 x 103. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: tingkat pencemaran di daerah hulu sungai Bengawan Solo lebih tinggi dari pada daerah hilir dan perairan sungai Bengawan Solo tidak layak dipergunakan sebagai air baku untuk diolah sebagai air minum dan keperluan rumah tangga, dan bisa dikategorikan sebagai air yang tidak bersih.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Coliform, Fecal Coliform,Larva Chironomus, Pencemaran, Air, Sungai Bengawan Solo.
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Biologi
Depositing User: Ari Fatmawati
Date Deposited: 16 Jul 2008 07:14
Last Modified: 01 Feb 2011 06:24
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/146

Actions (login required)

View Item View Item