HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN BERAGAMA DENGAN CINDERELLA COMPLEX PADA MAHASISWI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

PUTRO, M. HENDY KIATMOKO (2010) HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN BERAGAMA DENGAN CINDERELLA COMPLEX PADA MAHASISWI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img] PDF
F100050228.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (549kB)
[img]
Preview
PDF
F100050228.pdf

Download (151kB)

Abstract

Kemandirian secara psikologis dianggap penting karena berdampak pada perkembangan psikologis di masa mendatang, serta mendukung seseorang untuk menyesuaikan diri secara aktif terhadap lingkungannya, namun demikian banyak fenomena yang menunjukkan ketidakmandirian pada perempuan. Kondisi ini dinamakan cinderella complex. Perempuan yang mengalami cinderella complex menunjukkan rendahnya kemandirian. Keadaan ini menjadikan langkah perempuan tersendat dan bahkan berhenti yang akibatnya akan menjadi perempuan tidak merdeka. Banyak faktor yang diasumsikan mempengaruhi cinderella complex, salah satunya yaitu kematangan beragama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan beragama dengan cinderella complex pada mahasiswi. Hipotesis yang diajukan ada hubungan yang negatif antara kematangan beragama dengan cinderella complex pada mahasiswi. Subjek penelitian mahasiswi Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta yang mengambil mata kuliah Penyusunan Skala Psikologi berjumlah 63 orang. Subjek berada dalam batas usia remaja akhir, yaitu berusia 18-21 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Cluster Random Sample. Metode pengumpulan data menggunakan skala kematangan beragama dan cinderella complex. Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment. Berdasarkan hasil perhitungan teknik analisis product moment dari Pearson diperoleh nilai koefisien korelasi r = – 0,602, p = 0,000 (p < 0,01). Hasil ini menunjukkan ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara kematangan beragama dengan cinderella complex. Semakin tinggi kematangan beragama maka semakin rendah cinderella complex, sebaliknya semakin rendah kematangan beragama maka semakin tinggi cinderella complex. Sumbangan efektif kematangan beragama terhadap cinderella complex sebesar 36,2% ditunjukkan oleh koefisien determinan (r2) sebesar 0,362. Berdasarkan hasil analisis diketahui variabel kematangan beragama pada subjek penelitian tergolong sedang ditunjukkan oleh rerata empirik (RE) = 96,603 dan rerata hipotetik (RH) = 92,5. Cinderella complex pada subjek penelitian tergolong sedang, ditunjukkan oleh rerata empirik (RE) = 67,492 dan rerata hipotetik (RH) = 72.5. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara kematangan beragama dengan cinderella complex, dengan demikian kematangan bias memberikan kontribusi secara bermakna terhadap cinderella complex.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: KEMATANGAN BERAGAMA, CINDERELLA COMPLEX
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Fakultas Psikologi > Psikologi
Depositing User: Ken Retno Yuniwati
Date Deposited: 02 Feb 2011 09:54
Last Modified: 13 Jun 2012 05:21
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/10264

Actions (login required)

View Item View Item