Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Cervical Syndrome E.C Spondylosis C3-6 Di RSUD DR.Moewardi

PRAYOGA, RIO CANDRA (2014) Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Cervical Syndrome E.C Spondylosis C3-6 Di RSUD DR.Moewardi. Diploma thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF (Halaman Depan)
03_HALAMAN_DEPAN.pdf

Download (408kB)
[img]
Preview
PDF (Bab I)
04_BAB_I.pdf

Download (20kB)
[img] PDF (Bab II)
05_BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (470kB)
[img] PDF (Bab III)
06_BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (392kB)
[img] PDF (Bab IV)
07_BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (23kB)
[img] PDF (Bab V)
08_BAB_V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (12kB)
[img]
Preview
PDF (Daftar Pustaka)
09_DAFTAR_PUSTAKA.pdf

Download (15kB)
[img] PDF (Lampiran)
10_LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (202kB)
[img]
Preview
PDF (Naskah Publikasi)
02_NASKAH_PUBLIKASI.pdf

Download (185kB)

Abstract

Latar Belakang: cervical syndrome atau nyeri cervical adalah kondisi yang umum setiap tahun diindonesia sekitar 16,6% populasi orang dewasa mengeluhkan rasa tidak enak di leher, bahkan 0,6% bermula dari rasa tidak enak di leher menjadi nyeri leher yang berat. Insidensi nyeri leher meningkat dengan bertambahnya usia, dimana lebih sering mengenai wanita dari pada laki-laki dengan perbandingan 1,67:1 Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan fisioterapi dalam pengurangan penurunan nyeri , peningkatan LGS leher dan peningkatan fungsional leher pada kondisi cervical syndrome dengan pemberian massage dan terapi latihan Mc. Kenzie Exercise Hasil: Setelah dilakukan terapi selama enam kali didapatkan hasil adanya penurun pada nyeri diam saat T1 dengan skala 4 (nyeri tidak begitu berat) menurun menjadi skala 3 (nyeri ringan) pada T6.Pada nyeri gerak aktif pada T1 nilai skala 5 ( nyeri cukup berat ) dan pada T6 nyeri gerak aktif menurun pada skala nilai 3 ( nyeri ringan ). Untuk nyeri gerak aktif melawan tahanan pada T1-T3 nyeri tetap pada skala 5 ( nyeri cukup berat ) tetapi ada penurunan pada T6 dengan skala 4 ( nyeri tidak begitu berat ). Sedangkan pada nyeri tekan pada saat T1 mempunyai nilai skala 5 (nyeri cukup berat) menurun menjadi nilai skala 3 pada T6 (nyeri ringan).Adanya penurunan rasa nyeri berdampak pada peningkatan lingkup gerak sendi leher dan aktivitas fungsional leher. Lingkup gerak sendi fleksi yang awalnya 5 cm menjadi 9 cm pada terapi terakhir. Lingkup gerak sendi ekstensi yang awalnya 4 cm menjadi 5 cm pada terapi terakhir (T6). Lingkup gerak sendi lateralfleksi sinistra yang awalnya 5 cm menjadi 7 cm pada terapi terakhir (T6). LGS rotasi sinistra yang awalnya 6 cm menjadi 9 cm pada terapi terakhir (T6). Penurunan juga terjadi untuk skor NDI pasien. Dari skor 26 pada T1 menurun menjadi 17 pada (T6). Kesimpulan: Dari hasil penanganan fisioterapi selama 6 kali terapi pada pasien dengan nama bapak S di RSUD Dr. Moewardi Surakarta diperoleh hasil yaitu (1) penurunan nyeri setelah diberikan massage dan terapi latihan (2) terjadi peningkatan LGS pada leher pasien (3) terdapat peningkatan aktifitas fungs ional pada leher pasien.

Item Type: Karya ilmiah (Diploma)
Uncontrolled Keywords: cervicalsyndrome, massage dan terapi latihan Mc. Kenzie Exercise
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > Fisioterapi D3
Depositing User: Munawar Munawar
Date Deposited: 24 Nov 2014 09:59
Last Modified: 24 Nov 2014 09:59
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/30956

Actions (login required)

View Item View Item