ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. N DENGAN GAGAL JANTUNG DI RUANG SAKURA RSUD SRAGEN

FIRMANSYAH , DAVID (2009) ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. N DENGAN GAGAL JANTUNG DI RUANG SAKURA RSUD SRAGEN. Diploma thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
J200060042.pdf

Download (23kB)
[img] PDF
J200060042.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (124kB)

Abstract

Gagal jantung adalah keadaan patofisiologi dimana jantung sebagai pompa tidak mampu memenuhi kebutuhan darah untuk metabolisme jaringan ( Sylvia A. price dan Lorrane M. Wilson, 1999). Gagal jantung adalah merupakan sesuatu keadaan patofisiologi adanya kelainan fungsi jantung berakibat jantung gagal memompa darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan atau kemampuannya hanya ada kalau disertai peninggian tekanan pengisian ventrikel kiri ( Broundwold, 1999). Menurut Syaifudin, (2000) tanda dan gejala dari gagal jantung adalah: gagal jantung kiri; edema paru, dispnea, ortopnea, parokxymol nokturia dispnea, batuk, mudah lelah, kegelisahan dan kecemasan, takikardi dengan bunyi jantung S3 dan S4. Gagal jantung kanan; edema dependen dan sacral, hepatomegali dan bendungan vena jugularis, anokresia dan mual, nokturia, kelemahan. Gagal jantung kongestif; bendungan cairan di vena jugularis, hepatomegali, splinomegali, asites, edema perifer ataupun edema anasarka dan kelemahan. Insiden penyakit gagal jantung semakin meningkat sesuai dengan meningkatnya usia harapan hidup, salah satunya gagal jantung kronis sebagai penyakit utama kematian di negara industri dan negara-negara berkembang. Penyakit gagal jantung meningkat sesuai dengan usia, berkisar kurang dari l % pada usia kurang dari 50 Tahun hingga 5% pada usia 50-70 Tahun dan 10% pada usia 70 tahun ke atas. Penyakit gagal jantung sangatlah buruk jika penyebab yang mendasarinya tidak segera ditangani, hampir 50% penderita gagal jantung meninggal dalam kurun waktu 4 Tahun. 50% penderita stadium akhir meninggal dalam kurun waktu 1 Tahun, di Indonesia prevalensi gagal jantung secara nasional belum ada sebagai gambaran di Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo Jakarta, pada tahun 2006 diruang rawat jalan dan inap didapat 3,23% kasus gagal jantung dari total 11,711 pasien, sedangkan di Amerika pada tahun 1999 terdapat kenaikan kasus gagal jantung dari 577.000 pasien menjadi 871.000 pasien. Gagal jantung terdapat bermacam - macam jenisnya seperti gagal jantung Sistolik, akut dan kronik, stadiumnya biasanya diketahui dengan cara menggunakan alat Bantu misalnya dengan pemeriksaan Brain Natriuretic Peptide (BNP) darah, karena pada gagal jantung akut akan terjadi peninggian kadarnya dalam darah. Gagal jantung merupakan penyebab kematian kardiovaskuler, dan kondisi seperti ini juga menurunkan kualitas hidup, karena itu peburukan akut pada gagal jantung kronik harus di cegah secara dini, pada lansia diperkirakan 10% pasien di atas 75 Tahun menderita gagal jantung, angka kematian pada gagal jantung kronik mencapai 50% dalam 5 tahun setelah pertama kali penyakit itu terdiagnosis, ( Kompas, 9 juni 2007).

Item Type: Karya ilmiah (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Asuhan Keperawatan-Gagal Jantung
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > Keperawatan D3
Depositing User: Mrs. Gatiningsih Gatiningsih
Date Deposited: 19 Feb 2010 06:11
Last Modified: 28 Oct 2011 05:35
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/6329

Actions (login required)

View Item View Item