HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN BURNOUT

MUHAMMAD, RO’ISA (2011) HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN BURNOUT. Skripsi thesis, Univerversitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF (Halaman Depan)
HALAMAN_DEPAN.pdf

Download (316kB)
[img]
Preview
PDF (Bab 1)
BAB_I.pdf

Download (73kB)
[img] PDF (Bab II)
BAB_II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (124kB)
[img] PDF (Bab III)
BAB_III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (58kB)
[img] PDF (Bab IV)
BAB_IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (40kB)
[img] PDF (BAb V)
BAB_V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (14kB)
[img]
Preview
PDF (Daftar Pustaka)
DAFTAR_PUSTAKA.pdf

Download (147kB)
[img] PDF (Lampiran)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (102kB)

Abstract

Karyawan yang mengalami burnout akan mengeluhkan kelelahan, yang mana dengan kondisi lelah tersebut tentunya karyawan tersebut sudah tidak bisa produktif lagi bagi perusahaan, dan apabila burnout implikasinya pada kondisi psikologis maka karyawan akan susah berkonsentrasi dan banyak pekerjaan yang ditangani akan salah dan menimbulkan gangguan bagi pekerjaan lainnya. Salah satu faktor yang berpengaruh pada burnout yakni dukungan sosial. Dukungan sosial sangatlah penting bagi seorang karyawan dan perusahaan karena dalam dukungan sosial mengandung informasi atau nasehat verbal dan non verbal, bantuan yang nyata atau tindakan yang diberikan oleh rekan kerja maupun atasan, sedangkan karyawan yang merasa memperoleh dukungan sosial secara emosional akan merasa lega karena diperhatikan, mendapat saran atau kesan yang menyenangkan pada dirinya, sehingga dapat mencari jalan keluar untuk memecahkan masalahnya. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui apakah ada hubungan antara dukungan sosial dengan burnout, sehingga penulis mengajukan hipotesis bahwa ”Ada hubungan antara dukungan sosial dengan burnout”. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Sriwijaya yang berjumlah 243 karyawan yang terbagi dalam 3 divisi yakni divisi bongkar, seleksi dan packing tembakau. Teknik pengambilan sampel dengan cluster random sampling, yaitu subyek yang dijadikan sampel penelitian didasarkan pada kelompok-kelompok atau kelas. Alat ukur yang digunakan untuk mengungkap variabel-variabel penelitian ada 2 macam alat ukur, yaitu : (1) skala dukungan sosial, dan (2) skala burnout. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis maka diperoleh korelasi yang signifikan antara dukungan sosial dengan burnout atau r sebesar -0,371 dengan p= 0,001 yang berarti p<0,01, artinya ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara dukungan sosial dengan burnout. Semakin tinggi dukungan sosial karyawan maka semakin rendah burnout karyawan, dan sebaliknya semakin rendah dukungan sosial karyawan maka semakin tinggi burnout pada karyawan. Rerata empirik variabel burnout sebesar 86,013 dengan rerata hipotetik sebesar 97,5. Jadi rerata empirik < rerata hipotetik yang berarti pada umumnya karyawan mempunyai burnout yang sedang pada ambang batas bawah yang mana mendekati kategori rendah, selanjutnya Rerata empirik variabel dukungan sosial sebesar 97,513 dengan rerata hipotetik sebesar 97,5. Jadi rerata empirik > rerata hipotetik yang berarti pada umumnya karyawan mendapatkan dukungan sosial yang sedang. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara antara dukungan sosial dengan burnout. Peranan dukungan sosial terhadap burnout (SE) sebesar 13,8%, sehingga masih terdapat 86,2% faktor lain selain dukungan sosial yang mempengaruhi burnout.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Burnout, dukungan sosial.
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Fakultas Psikologi > Psikologi
Depositing User: Cahyana K. Widada
Date Deposited: 21 Sep 2011 09:26
Last Modified: 21 Sep 2011 11:29
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/14556

Actions (login required)

View Item View Item