Saputra, Arya Bima and -, Indrawati, S.T.,M.T. (2025) Kampung Susun Sumber Yang Guyub Dan Ngrejekeni Dengan Pendekatan Mixed-use Development. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
|
PDF (Naskah Publikasi)
Naskah Publikasi .pdf Download (1MB) |
|
|
PDF (Halaman Depan)
Halaman Depan.pdf Download (801kB) |
|
|
PDF (Bab I)
BAB-I.pdf Download (163kB) |
|
|
PDF (Bab II)
BAB-II.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
|
|
PDF (Bab III)
BAB-III.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
PDF (Bab IV)
BAB-IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
|
|
PDF (Daftar Pustaka)
Daftar Pustaka.pdf Download (142kB) |
|
|
PDF (Lampiran)
Lampiran.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
|
|
PDF (Surat Pernyataan Publikasi)
Surat Pernyataan Publikasi.pdf Restricted to Repository staff only Download (122kB) |
Abstract
Jumlah penduduk menurut BPS di Surakata Tahun 2023 adalah 587.646 jiwa, Angka kepadatan cukup tinggi yaitu 12.579 jiwa/km2. Jika tidak dikendalikan maka semakin padat. Peningkatan penduduk membuat kebutuhan hunian banyak, semakin terbatasnya lahan kosong untuk jadi tempat tinggal yang layak maka berpotensi menciptakan permukiman kumuh. Permukiman kumuh ada 2 kategori yaitu slum dan squatter. Squatter settlement adalah permukiman yang berdiri di atas tanah kosong "liar” milik swasta maupun pemerintah, tanpa hak legal yang sah atas tanah tersebut. Ciri-cirinya seperti legalitas, akses dan infrastruktur terbatas, padat penduduk, serta rentan penyakit. Pada kelurahan Joglo terdapat 0,62 Ha permukiman kumuh di RT 04 RW 07 yang berada diatas tanah hak pakai milik Pemkot Surakarta. Terdapat 112 KK/hunian dan 491 orang yang menghuni lahan tersebut, menyebabkan berbagai masalah yang timbul. Untuk masalah tersebut Pemkot Solo berencana memperkuat regulasi dan menyediakan solusi hunian alternatif, seperti kampung susun dan relokasi ke kawasan yang lebih layak dan berpotensi. Kelurahan Sumber dipilih karena lokasi yang strategis, harga terjangkau, sarana fasilitas lengkap dan memenuhi kebutuhan. Terdapat potensi sosial, ekonomi, dan budaya. Ada aspek mempertahankan karakteristik, kebiasaan, serta sosial budaya yang melekat pada sebuah “kampung”, termasuk nilai-nilai kampung yang guyub akan kebersamaan, ngrejekeni setiap elemennya menghasilkan nilai ekonomi. Oleh sebab itu, perlu membuat sebuah konsep hunian vertikal yang dapat menanggulangi permasalahan serta mewadahi kultur kampung dengan kebersamaannya. Selain itu, Konsep Mixed-use Development yang menerapkan zonifikasi secara vertikal yaitu ada 3 fungsi, hunian, komersial, sosial, dan fasilitas pendukung yang diharapkan menjadi hunian yang sejahtera dalam aspek ekonomi, sosial, dan budaya.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kampung susun, Guyub, Ngrejekeni, Sumber, Mixed-use Development |
| Subjects: | N Fine Arts > NA Architecture |
| Divisions: | Fakultas Teknik > S1 Teknik Arsitektur |
| Depositing User: | ARYA BIMA SAPUTRA |
| Date Deposited: | 15 Aug 2025 08:37 |
| Last Modified: | 15 Aug 2025 08:37 |
| URI: | http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/137522 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
