Wibhisono, Dimas and , Dr. Aditya Saputra, S.Si., M.Sc (2025) Strategi Pengembangan Pariwisata Kebun Teh Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Dan Ligkungan Di Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
|
PDF (Naskah Publikasi)
Naskah Publikasi_Dhimas Wibhiseno.pdf Download (190kB) |
|
|
PDF (Halaman Depan)
HALAMAN DEPAN_.pdf Download (766kB) |
|
|
PDF (Bab I)
BAB I.pdf Download (188kB) |
|
|
PDF (Bab II)
BAB II.pdf Restricted to Repository staff only Download (69kB) |
|
|
PDF (Bab III)
BAB III.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
PDF (Bab IV)
BAB IV.pdf Restricted to Repository staff only Download (998kB) |
|
|
PDF (Bab V)
BAB V.pdf Restricted to Repository staff only Download (23kB) |
|
|
PDF (Bab VI)
BAB VI.pdf Restricted to Repository staff only Download (13kB) |
|
|
PDF (Daftar Pustaka)
DAFTAR PUSTAKA.pdf Download (77kB) |
|
|
PDF (Lampiran)
LAMPIRAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (792kB) |
|
|
PDF (Surat Pernyataan Publikasi)
SURAT_PERNYATAAN_PUBLIKASI_Dimas!.pdf Download (194kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan pariwisata kebun teh berbasis pemberdayaan masyarakat dan lingkungan di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti masyarakat lokal, pemerintah, dan pelaku usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebun teh di Ngargoyoso memiliki potensi wisata yang besar dengan daya tarik utama berupa keindahan alam, suasana sejuk, dan peluang wisata edukasi seperti tur pengolahan teh dan trekking. Namun, terdapat tantangan berupa aksesibilitas yang kurang memadai, seperti jalan yang rusak dan penerangan yang minim, serta fasilitas pendukung seperti toilet dan tempat parkir yang terbatas. Selain itu, koordinasi kelembagaan juga menjadi kendala, di mana kurangnya komunikasi antara pemerintah dan masyarakat lokal menghambat optimalisasi program pengembangan wisata. Strategi pengembangan yang direkomendasikan meliputi peningkatan infrastruktur dasar,penyediaan fasilitas yang lebih baik, dan pelatihan masyarakat lokal untuk mengelola potensi wisata. Pelatihan ini mencakup manajemen homestay, pengolahan produk berbasis teh, dan pemasaran digital untuk meningkatkan daya saing destinasi wisata. Selain itu, penguatan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta diperlukan untuk menciptakan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. Pengembangan pariwisata berbasis pemberdayaan masyarakat dapat memberikan dampak positif baik secara ekonomi maupun lingkungan, asalkan tantangan yang ada dapat ditangani secara holistik. Hal ini penting untuk memastikan pariwisata kebun teh di Ngargoyoso menjadi destinasi unggulan yang dapat bersaing secara regional maupun nasional
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Infrastruktur Kolaborasi, Kebun The, Pengembangan Pariwisata, Pemberdayaan Masyarakat |
| Subjects: | G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) G Geography. Anthropology. Recreation > GF Human Ecology. Anthropogeography G Geography. Anthropology. Recreation > GF Human Ecology. Anthropogeography > Kependudukan |
| Divisions: | Fakultas Geografi > S1 Geografi |
| Depositing User: | DIMAS WIBHISONO |
| Date Deposited: | 03 May 2025 04:32 |
| Last Modified: | 03 May 2025 04:32 |
| URI: | http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/133669 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
