ASPEK KECEMASAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL PINTU TERLARANG KARYA SEKAR AYU ASMARA: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA

MUSAROH , SITI (2010) ASPEK KECEMASAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL PINTU TERLARANG KARYA SEKAR AYU ASMARA: TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta .

[img]
Preview
PDF
A310060114.PDF

Download (121kB)
[img] PDF
A310060114.PDF
Restricted to Repository staff only

Download (571kB)

Abstract

Penelitian ini mengangkat masalah mengenai bagaimana wujud dan makna aspek kecemasan dalam novel Pintu Terlarang melalui tinjauan psikologi sastra. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan wujud dan makna aspek kecemasan dalam Pintu Terlarang tinjauan psikologi sastra. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Objek penelitian adalah aspek kecemasan dalam novel Pintu Terlarang tinjauan psikologi sastra. Data dalam penelitian ini adalah berupa data lunak (soft data) yang berwujud kata, kalimat, ungkapan yang terdapat dalam novel Pintu Terlarang. Teknik pengumpulan datanya yaitu teknik pustaka, simak dan catat. Hasil penelitian berdasarkan analisis struktural dapat disimpulkan sebagai berikut : struktur novel Pintu Terlarang karya Sekar Ayu Asmara merupakan novel yang memiliki jalinan kisah yang terjaga keterpaduan unsur-unsurnya. Unsur-unsur tersebut meliputi tema, alur, penokohan, dan latar menjadi satu kesatuan yang padu sehingga mencapai totalitas makna. Totalitas makna diperoleh dari hubungan antara tokoh, latar, alur, dan tema. Adapun tema sebagai dasar struktur novel yaitu kealiman dan nafsu jahat hanya dimilik oleh orang-orang yang tega berbuat apa saja untuk pelampiasan dirinya sendiri. Analisis dengan pendekatan psikologi sastra. Pendekatan ini merupakan salah satu pendekatan dalam sastra yang mengaji tentang tanda. Hasil analisis berdasarkan pendekatan psikologi sastra ditemukan (1) kecemasan realitas atau objektif merupakan kecemasan yang bersumber dari adanya ketakutan terhadap bahaya yang mengancam di dunia nyata. (2) kecemasan neurosis yaitu suatu kecemasan yang erat kaitannya dengan mekanisme-mekanisme pelarian diri yang negative banyak disebabkan rasa bersalah atau berdosa, serta konflik-konflik emosional serius dan kronis berkesinambungan, dan frustasi-fustasi serta ketegangan-ketegangan batin. (3) kecemasan moral merupakan hasil dari konflik antara id dan super ego. Secara dasar merupakan ketakutan akan suara hati individu sendiri. Ketika individu termotivasi untuk mengekspresikan impuls instingtual yang berlawanan dengan nilai moral yang termaksud dalam super ego individu.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kecemasan, Psikologi Sastra
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Depositing User: Users 1504 not found.
Date Deposited: 08 Jan 2011 04:24
Last Modified: 09 Jun 2012 05:56
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/9716

Actions (login required)

View Item View Item