SIKAP PENGIKUT THORIQOT TERHADAP LEMBAGA KEUANGAN SYARI’AH (Studi Kasus Koperasi Jasa Keuangan Syari’ah BMT Al-Fath Desa Pesagen Kecamatan Gunung Wungkal Kabupaten Pati)

Habibi, Muslim (2008) SIKAP PENGIKUT THORIQOT TERHADAP LEMBAGA KEUANGAN SYARI’AH (Studi Kasus Koperasi Jasa Keuangan Syari’ah BMT Al-Fath Desa Pesagen Kecamatan Gunung Wungkal Kabupaten Pati). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
I000040009.pdf

Download (372kB)
[img] PDF
I000040009.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (604kB)

Abstract

Para penganut thoriqot naqsyabandiyah menjalankan perekonomiannya sehari-harinya dalam rangka memenuhi nafkah keluarga. Adapun sikap tawadhu’ dan tasamuh serta zuhud menjadikan para pengikut thoriqot naqsyabandiyah tidak bersikap duniawi, yang berarti tidak menghalalkan segala cara dalam menjalankan perekonomian, karena adanya usaha dan kepercayaan akan kehendak yang Maha Kuasa menjadikan keseimbangan diri dalam menjalankan perekonomian. Sebagai salah satu pola keberagamaan, thoriqot merupakan pengorganisasian sikap hidup tasawuf. Thoriqot naqsyabandiyah sebagai bagian dari umat Islam tentunya mempunyai pandangan dunia yang berkaitan dengan mu’amalah diantara manusia khususnya dalam bidang ekonomi. Di desa Pesagen berdiri lembaga keuangan syari’ah berupa BMT Al-Fath yang merupakan usaha dalam bidang ekonomi yang dilandasi prinsip-prinsip Islam. Di desa ini pulalah ada sekelompok orang yang menekuni prilaku tasawuf yang terorganisasi melalui thoriqot naqsabandiyah. Maka dari itu bagaimana sikap mereka terhadap KJKS BMT Al-Fath Desa Pesagen perlu diteliti guna mendapatkan bentuk pemikiran mereka dalam bidang ekonomi Islam Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), yaitu mencari data-data sehubungan dengan pokok yang terjadi di lapangan. Pokok permasalahan ini adalah sikap pengikut thoriqot terhadap lembaga keuangan syari’ah. Adapun dalam menganalisa sikap pengikut thoriqot naqsyabandiyah terhadap lembaga keuangan syari’ah, peneliti terlebih dahulu mengidentifikasinya, kemudian setelah mengidentifikasi peneliti mencoba menganalisis dengan menggunakan analisis deskriptif-eksploratif dengan pendekatan sosio-kultural, yaitu menjelaskan aspek-aspek yang mempengaruhi, diantara aspek yang mempengaruhinya adalah: agama, pendidikan, ekonomi dan adat istiadat. Aspek pendidikan sangat berpengaruh bagi cara pandang seseorang dalam melihat sebuah permasalahan, secara umum tingkat pendidikan pengikut thoriqot naqsyabandiyah bisa dikatakan rendah, hal ini ditandai dengan tidak adanya pengikut yang mengenyam pendidikan tinggi. Dalam sudut pandang ekonomi, mayoritas mata pencaharian mereka adalah bertani, gaya hidup seorang petani adalah sederhana, narima ing pandum karena letak geografis yang sangat mendukung gaya hidup yang demikian. Aspek agama sebagai pengontrol perilaku sosial dan penggerak perubahan. Pola keberagamaan mereka yang populer adalah sikap zuhud. Ketiga sikap ini yang sangat mendominasi prilaku mereka dalam kehidupan masyarakat. Dalam permasalahan ekonomi, sebenarnya thoriqoh naqsyabandiyah memiliki doktrin yang merupakan pemikiran sekaligus menjadi perilaku kehidupan mereka sehari-hari. Misalnya, semua aktivitas ekonomi atau bisnis yang dilakukan harus sesuai dengan syari’ah, Doktrin tersebut sangat berpengaruh terhadap sikap mereka terhadap keberadaan lembaga keuangan syari’ah (BMT) di desa Pesagen. Mereka mendukung adanya BMT karena sesuai dengan sistim ekonomi yang mereka anut.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: thoriqot naqsyabandiyah, lembaga keuangan syari’ah
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Divisions: Fakultas Agama Islam > Syari'ah
Depositing User: Ari Fatmawati
Date Deposited: 18 Feb 2009 04:14
Last Modified: 04 Jan 2012 04:34
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/963

Actions (login required)

View Item View Item