PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR PENGEMBANGAN HUTAN KOTA SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN DAN WISATA DI PURWODADI GROBOGAN

Santoso, Yanuar Anang (2010) PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR PENGEMBANGAN HUTAN KOTA SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN DAN WISATA DI PURWODADI GROBOGAN. Diploma thesis, Univerversitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
D300030051.pdf

Download (41kB)
[img] PDF
D300030051.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (10MB)

Abstract

Fenomena yang terjadi akhir-akhir ini banyak sekali kota yang masih belum memiliki hutan kota. Ada juga kota yang sudah memiliki hutan kota tapi belum bisa merawat dan melestarikannya. Namun, ada beberapa kendala dalam pembangunan hutan kota. Menurut Zoer’aini Djamal Irwan (2005: 16) dalam buku Tantangan Lingkungan dan Lansekap Hutan Kota , kendala-kendala tersebut meliputi lahan untuk hutan kota semakin berkurang, semakin mahalnya lahan di kota, adanya perebutan kepentingan dalam penggunaan lahan di kota, persepsi tentang hutan kota belum berkembang, sementara masyarakat masih ada yang menganggap bahwa pembangunan hutan kota tidak menguntungkan. Fungsi hutan kota menurut Irwan (2005: 66 – 78) dalam buku Tantangan Lingkungan dan Lansekap Hutan Kota, hutan kota memiliki tiga fungsi utama, antara lain: 1.Fungsi lansekap Fungsi lansekap meliputi fungsi fisik dan fungsi sosial. a. Fungsi fisik Yaitu berfungsi antara lain untuk perlindungan terhadap angin, sinar matahari, pemandangan yang kurang bagus dan terhadap bau, sebagai pemersatu, penegas, pengenal, pelembut, dan pembingkai. b. Fungsi sosial. Hutan kota dengan aneka ragam tumbuh-tumbuhan mengandung nilai-nilai ilmiah sehingga hutan kota dapat sebagai laboratorium hidup untuk sarana pendidikan dan penelitian. Fungsi kesehatan misalnya untuk terapi mata dan mental serta fungsi rekreasi, olah raga, dan tempat interaksi sosial lainnya. Fungsi sosial politik ekonomi misalnya untuk persahabatan antar negara. Hutan kota dapat memberikan hasil tambahan secara ekonomi untuk kesejahteraan penduduk seperti buah-buahan, kayu, obat-obatan sebagai warung hidup dan apotek hidup. 2. Fungsi pelestarian lingkungan Menyegarkan udara atau sebagai paru – paru kota Menurunkan suhu kota dan meningkatkan kelembaban Sebagai ruang hidup satwa Penyangga dan pelindung permukaan tanah dan erosi Mengendalikan dan mengurangi polusi udara dan limbah Peredam kebisingan dan menyuburkan tanah 3. Fungsi estetika (keindahan) Tetapi dalam hal ini kita akan membahas tentang fungsi hutan kota sebagai sarana pendidikan dan wisata guna mengembangkan kecerdasan para pelajar. Kita dapat memanfaatkan hutan kota sebagai sarana penelitian tentang tumbuh-tumbuhan serta aneka satwa sekaligus memperkenalkan beragam jenis tumbuhan dan satwa kepada para pelajar. Oleh karena itu, dengan adanya sarana pendidikan seperti itu, secara tidak langsung kita membantu pendidikan di dalam kota dengan meningkatkan delapan kecerdasan yang dimiliki oleh setiap pelajar. Dan hutan kota dapat dijadikan sebagai wisata pembelajaran (study tour) oleh sekolah-sekolah maupun universitas dalam kota untuk mengembangkan kemampuan pembelajaran anak didiknya. Sekaligus dengan adanya fasilitas semacam ini dapat menghemat keuangan lembaga pendidikan dalam mengadakan study tour untuk para pelajarnya.

Item Type: Karya ilmiah (Diploma)
Uncontrolled Keywords: HUTAN KOTA , PENDIDIKAN DAN WISATA, PURWODADI GROBOGAN
Subjects: N Fine Arts > NA Architecture
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Arsitektur
Depositing User: Esti Handayani
Date Deposited: 15 Dec 2010 09:31
Last Modified: 15 Dec 2010 11:18
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/9336

Actions (login required)

View Item View Item