PERANCANGAN ULANG MESIN GERGAJI BELAH MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) (Studi Kasus Pada Laboratorium Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta)

KURNIAWAN, ADI (2010) PERANCANGAN ULANG MESIN GERGAJI BELAH MENGGUNAKAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) (Studi Kasus Pada Laboratorium Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta). Diploma thesis, Univerversitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
D600050020.pdf

Download (65kB)
[img] PDF
D600050020.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (12MB)

Abstract

Penggunaan gergaji sebagai alat untuk membelah dan memotong kayu juga dilakukan di laboratorium Teknik Industri, yang bertujuan untuk memproses bahan dasar pembuatan miniatur mainan, dalam kegiatan tersebut ada beberapa faktor yang sangat potensial menimbulkan kecelakan kerja diantaranya mesin gergaji belah yang hanya mampu mengolah bahan yang mempunyai ukuran panjang maksimal 250 cm, tinggi 4 cm dan lebar 25 cm, mesin yang ada saat ini hanya bisa membelah kayu minimal 0 sampai 5 cm, serta keterbatasan dan kurang nyamanya mesin gergaji belah dalam penggoperasian. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk merancang ulang mesin gergaji belah yang dapat digunakan sesuai dengan keinginan perancang serta masukan dari pemakai mesin gergaji belah,. Perancangan disesuaikan dengan menggunakan data dari responden melalui penyebaran kuesioner yang diolah menggunakan QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) serta faktor tambahan dari data antropometri dan bisa digunakan minimal dalam dua aspek dari mesin tersebut untuk menyesuekan desain dari mesin yang akan dirancang. Dari penerapan hasil kuesioner yang mengunakan QFD serta penambahan data Antropometri diperoleh 18 poin untuk digunakan merancang ulang mesin gergaji antara lain: Pemberian pelindung mata agar mata operator aman. Pemberian Pengaman pada mata gergaji agar pengguna merasa aman. Pembenahan letak motor supaya tidak membahayakan operator dengan tinggi rangka 80 cm agar operator tidak mudah lelah dan nyaman. Kemudahan dalam penggantian mata gergaji dengan mengunakan satu baut untuk mengikat mata gergaji. Adanya tanda ukuran di meja gergaji antara ukuran 0 sampai 20. Adanya saklar agar mudah menyalakan dan mematikan mesin. Mesin mudah dibersihkan dari kotoran serbuk gergaji dengan pemasangan tempat limbah gergaji. Dimensi meja gergaji diperlebar untuk menopang kayu yang lebih besar antara ukuran 20 cm. Penambahan alat bantu agar bisa memotong sudut. Mata gergaji bisa diatur level ketinggianya. Bisa dipasang beberapa ukuran mata gergaji agar bisa dipakai sesuai kebutuhan mata gergaji diameter 10 cm sampai 20 cm. Adanya alat bantu belah, untuk membantu agar hasil proses pembelahan lurus. Adanya tanda ukuran sudut pada alat bantu sudut yang dicantumkan 0º sampai 90 º. Selain membelah kayu juga bisa untuk memotong kayu, Penggantian motor agar putaran motor kuat kapasitas motor untuk mesin yang baru 0,5 pk yang sebelumnya hanya mesin pompa air tentu saja kapasitas listrik meningkat. Diameter mata gergaji diperbesar antara 10 sampai 20 cm, Mesin bisa dipasang berbagai ukuran mata gergaji. Kapasitas motor ditingkatkan agar kekuatan motor kuat.

Item Type: Karya ilmiah (Diploma)
Uncontrolled Keywords: (QFD), Antropometri
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Industri
Depositing User: Mrs Esti Handayani
Date Deposited: 09 Dec 2010 09:56
Last Modified: 09 Dec 2010 11:17
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/9249

Actions (login required)

View Item View Item