Faktor Ekonomi Keluarga Terhadap Pernikahan Dini Di Kelurahan Donan Kecamatan Cilacap Tengah

Prasetyo, Ade (2010) Faktor Ekonomi Keluarga Terhadap Pernikahan Dini Di Kelurahan Donan Kecamatan Cilacap Tengah. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
I000050005.pdf

Download (481kB)
[img] PDF
I000050005.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (859kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor ekonomi keluarga terhadap pernikahan dini di Kelurahan Donan Kecamatan Cilacap Tengah. Penelitian berbentuk deskriptif kualitatif dengan menggunakan strategi tunggal terpancang. Sumber data penelitian meliputi : informan, tempat dan peristiwa serta arsip dan dokumen. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan analisis dokumen. Keabsahan data diperoleh melalui cara trianggulasi sumber dan trianggulasi metode. Sampel adalah warga Kelurahan Donan yang menikah dini sebanyak 15 orang. Pada penelitian ini variabel bebasnya adalah ekonomi keluarga dan variabel terikatnya adalah pernikahan dini. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Keadaan sosial ekonomi Kelurahan Donan. Ekonomi warga masyarakat Donan termasuk dalam perekonomian menengah kebawah atau tergolong dalam ekonomi lemah.sebagian besar warga Donan berprofesi sebagai petani, buruh lepas dan penarik andong perahu. Pertanian di Donan merupakan sawah tadah hujan sehingga pada musim kemarau sawah menjadi sangat tandus dan tidak produktif. (2) Praktek pernikahan dini di Kelurahan Donan. Kebanyakan pelaku nikah dini di Kelurahan Donan adalah remaja putri berusia 16 tahun karena keterbatasan biaya yang menyebabkan mereka putus sekolah. Bagi masyarakat Donan perempuan dianggap kurang mampu dalam hal kemandirian untuk membantu perekonomian keluargan karena mereka akan menjadi istri ( ibu rumah tangga ) dan kebutuhan mereka akan ditanggung oleh suami mereka sendiri. (3) Faktor – faktor adanya pernikahan dini di Kelurahan Donan meliputi : (a) Faktor ekonomi, 10 dari 15 remaja putri pelaku nikah dini atau sebesar 66,67% menyatakan menikah pada usia yang masih relatif muda karena masalah ekonomi. (b) Faktor sosial budaya, 4 dari 15 remaja putri pelaku nikah dini atau sebesar 26,67% menikah pada usia remaja karena kehendak orang tua bukan karena keinginan sendiri. (c) Faktor pendidikan muncul karena adanya faktor ekonomi yang lemah.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: pernikahan dini, faktor ekonomi
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
Divisions: Fakultas Agama Islam > Syari'ah
Depositing User: Ari Fatmawati
Date Deposited: 27 Oct 2010 09:17
Last Modified: 14 Nov 2010 13:23
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/8832

Actions (login required)

View Item View Item