PENGARUH KEMIRINGAN TUBUH BENDUNG BAGIAN HILIR TERHADAP PANJANG LONCAT AIR PADA PELIMPAH BERTANGGA DENGAN BENTUK TANGGA AKAR TERPOTONG

Yusuf, Muhammad (2010) PENGARUH KEMIRINGAN TUBUH BENDUNG BAGIAN HILIR TERHADAP PANJANG LONCAT AIR PADA PELIMPAH BERTANGGA DENGAN BENTUK TANGGA AKAR TERPOTONG. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
D100030095.pdf

Download (64kB)
[img] PDF
D100030095.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Pada bagian hilir bendung, terutama bagian hilir kolam olak terdapat fenomena perubahan aliran dari aliran super-kritis menjadi sub-kritis yang menyebabkan terjadinya loncatan hidrolik. Akibat loncatan hidrolik sering menimbulkan gulungan ombak atau pusaran besar yang menyebabkan gerusan pada dasar saluran, terutama bagian hilir yang tidak diberi pelindung atau proteksi. Penelitian ini berusaha meneliti efek dari kemiringan bendung, baik dengan pelimpah polos maupun pelimpah bertangga terhadap panjang loncat air, dan redaman energi. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hidraulika Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan menggunakan flume yang berdimensi panjang 10 m, lebar 30 cm dan tinggi 60 cm. Saluran merupakan saluran yang kedap air dari bahan dinding flexiglass dan dasar saluran kaca, kemiringan dasar saluran sebesar 0.0030, saluran di bagian hulu bendung diasumsikan tidak ada angkutan sedimen. Model bendung dengan mercu ogee tanpa menggunakan kolam olak. Bendung diletakkan pada jarak ± 6m dari tail gate. Penambahan model diperlakuan berupa bendung dengan empat kemiringan tubuh bendung yang berbeda-beda dan ditambah tangga dan tanpa tangga. Penelitian dilaksanakan dengan lima debit yang berbeda untuk setiap bendung sehingga akan didapat 40 running, pada setiap debit yang dialirkan kemudian dilakukan pengamatan kedalaman air diatas mercu (h0), kedalaman muka air di hilir bendung (h2) dan mengurangi panjang pusaran air (Lj). Hasil penelitian menunjukan bahwa percobaan yang paling efektif mengurangi panjang loncat air (Lj) yang terjadi, yaitu pada percobaan bendung bertangga dengan kemiringan tubuh bendung 60o dengan pengaliran debit (Q) kelima sebesar 2810,415 cm3/dt maka dihasilkan panjang loncatan hidrolik (Lj) sebesar 9,5 cm. Sedangkan percobaan pelimpah bendung yang paling efektif untuk meredam energi aliran adalah bendung polos dengan kemiringan 45o dan debit 2810,415 cm3/dt.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: panjang loncatan hidrolik, kedalaman aliran, pelimpah bertangga.
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Depositing User: Esti Handayani
Date Deposited: 28 Sep 2010 09:51
Last Modified: 14 Nov 2010 15:45
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/8615

Actions (login required)

View Item View Item