PERENCANAAN PLAT LANTAI BETON GRID DENGAN TULANGAN WIRE MESH MENGGUNAKAN BAHAN TAMBAH ABU SEKAM

Zaenuri, Zaenuri (2010) PERENCANAAN PLAT LANTAI BETON GRID DENGAN TULANGAN WIRE MESH MENGGUNAKAN BAHAN TAMBAH ABU SEKAM. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
D100010142.pdf

Download (71kB)
[img] PDF
D100010142.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

Pada umumnya pelat beton bertulang dipakai sebagai lantai, atap, dan dinding dari gedung – gedung, serta sebagai pelat lantai (decks) dari jembatan. Untuk itu dalam perencanaan penambahan satu level lantai rumah adalah dengan membuat pelat beton yang ringan, tipis tetapi kuat dan tidak terlalu membebani konstruksi balok dan kolom yang mendukungnya. Maka dibutuhkan suatu cara untuk meningkatkan kekuatan beton, khususnya kuat tekan. Salah satu cara adalah dengan cara memberikan bahan tambah dalam campuran beton tersebut. Penelitian ini mencoba menggunakan kawat baja las (wire mesh) yang umum berada di pasaran sebagai penulangan lantai beton tipis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kuat lentur benda uji yang berupa pelat beton tipis menggunakan tulangan kawat baja las (wire mesh) dengan penambahan abu sekam pada umur 28 hari. Penelitian ini menganalisis 2 sampel benda uji yaitu, beton sebagai bahan pengisi dengan variasi penambahan abu sekam 0%;3%;7%;14% dan pelat beton. Dimensi benda uji silinder Ø 15 cm dan tinggi 30 cm, sedangkan bentuk benda uji pelat lantai beton berukuran 100x50x8 cm³. Baja tulangan menggunakan tulangan kawat baja las (wire mesh) berbentuk jala yang umum berada di pasaran dengan diameter kawat baja 6 mm, fas yang digunakan adalah 0,4. Mix design menggunakan metode SK SNI T-15-1990-03. Setiap variasi dibuat 3 benda uji, sehingga jumlah total ada 12 benda uji. Hasil kuat tekan rata – rata silinder beton dijadikan acuan sebagai bahan pengisi pelat lantai beton dengan variasi penambahan abu sekam 0% ; 3% ; 7% ; 14% berturut-turut sebesar 23,956 MPa ; 27,822 MPa ; 24,239 MPa ; 24,079 MPa. Beban terpusat maksimum rata – rata yang dapat ditahan benda uji pelat beton dengan variasi penambahan abu sekam 0% ; 3% ;7% ; 14% berturut-turut sebesar 16.333,333 N ; 18.333,333 N ; 18.000 N ; 16.666,666 N. Penurunan rata – rata benda uji pelat beton dengan variasi penambahan abu sekam 0% ; 3% ; 7% ; 14% berturut-turut sebesar 8,37 mm ; 10,67 mm ; 7,98 mm ; 8,45 mm. Momen lentur rata – rata dari hasil laboratorium pada pelat beton dengan variasi penambahan abu sekam 0% ; 3% ; 7% ; 14% berturut-turut adalah 3.745.368,75 Nmm ; 4.193.850 Nmm ; 4.115.542,5 Nmm ; 3.816.386,25 Nmm. Momen lentur rata – rata dari hasil analisis teoritis pada pelat beton dengan variasi penambahan abu sekam 0% ; 3% ; 7% ; 14% berturut-turut adalah 2.947.882,396 Nmm ; 2.965.831,803 Nmm ; 2.949.395,274 Nmm ; 2.948.579,269 Nmm. Perbandingan momen lentur hasil uji laboratorium dan analisis rata – rata untuk pelat beton dengan variasi penambahan abu sekam 0% ; 3% ; 7% ; 14% berturut-turut adalah 21,212% ; 29,225% ; 26,995% ; 22,616%.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: kawat baja las, kuat tarik, kuat tekan, momen lentur, pelat beton
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Depositing User: Esti Handayani
Date Deposited: 28 Sep 2010 08:29
Last Modified: 14 Nov 2010 15:58
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/8595

Actions (login required)

View Item View Item