Hubungan Antara Kemampuan Berempati Dengan Pelayanan Keperawatan pada Perawat di Rumah Sakit

PAMILIH , RISANG GEMA (2010) Hubungan Antara Kemampuan Berempati Dengan Pelayanan Keperawatan pada Perawat di Rumah Sakit. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
F100050257.pdf

Download (67kB)
[img] PDF
F100050257.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (766kB)

Abstract

Perawat merupakan satu jenis profesi dalam hal pelayanan kesehatan yang dewasa ini banyak dibutuhkan dalam masyarakat kita. Tugas perawat adalah sebagai pelaksana pelayanan perawatan di rumah sakit untuk mempercepat penyembuhan pasien. Perawat merupakan tulang punggung pelayanan kesehatan di rumah sakit. Mereka harus selalu siaga selama 24 jam untuk melakukan tugas-tugas rutin, dan menghadapi berbagai situasi darurat seperti kondisi kesehatan pasien yang kritis, menghadapi kesulitan keluarga pasien, dan sebagainya.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan berempati dengan pelayanan keperawatan pada perawat. Hipotesis yang diajukan oleh penulis adalah ada hubungan antara kemampuan berempati dengan pelayanan keperawatan. Populasi dalam penelitian ini adalah Perawat di RSU Pandan Arang Boyolali. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini incidental sampling. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala kemampuan berempati dan skala pelayanan keperawatan. Analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini menggunakan bantuan SPSS 15.00 dengan analisis product moment untuk mengukur hubungan antara kemampuan berempati dengan pelayanan keperawatan. Berdasarkan perhitungan diperoleh hasil analisis data menunjukkan ada koefisien korelasi (r) sebesar 0,533 dengan p = 0,000 (p<0,01), yang artinya terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara kemampuan berempati dengan pelayanan keperawatan. Hasil perbandingan skor empirik menunjukkan bahwa kemampuan berempati tergolong tinggi dengan rerata empirik (RE) = 108,44 dan rerata hipotetik (RH) = 87,5, pelayanan keperawatan tergolong tinggi dengan rerata empirik (RE) =112,98 dan rerata hipotetik (RH) = 90. Hasil analisis data stepwise (per aspek) diketahui aspek variabel dari kemampuan berempati yang paling dominan terhadap pelayanan keperawatan adalah aspek perhatian empatik yang menunjukkan koefisien korelasi (r) sebesar 0,596 dengan p = 0,000, (p < 0,01), yang artinya terdapat hubungan positif yang sangat sigifikan antara aspek perhatian empatik dengan pelayanan keperawatan. Kesimpulan dari hasil penelitian adalah ada hubungan positif yang sangat signifikan antara kemampuan berempati dengan pelayanan keperawatan. Hal ini berarti variabel kemampuan berempati dengan segala aspek di dalamnya dapat digunakan sebagai prediktor untuk mengukur pelayanan keperawatan, artinya semakin tinggi kemampuan berempati maka semakin tinggi pelayanan keperawatan.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: kemampuan berempati, pelayanan keperawatan.
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Fakultas Psikologi > Psikologi
Depositing User: Musyarofah Siti
Date Deposited: 09 Jul 2010 08:46
Last Modified: 14 Nov 2010 21:08
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/8105

Actions (login required)

View Item View Item