PERENCANAAN KETEL UAP PIPA API DENGAN KAPASITAS UAP HASIL 21 TON/JAM TEKANAN KERJA 1,45 N/mm2 BAHAN BAKAR RESIDU DAN SUHU UAP HASIL 5O C DI ATAS SUHU UAP JENUH

MAWALIA , NAFIS (2010) PERENCANAAN KETEL UAP PIPA API DENGAN KAPASITAS UAP HASIL 21 TON/JAM TEKANAN KERJA 1,45 N/mm2 BAHAN BAKAR RESIDU DAN SUHU UAP HASIL 5O C DI ATAS SUHU UAP JENUH. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
D200050129.pdf

Download (37kB)
[img] PDF
D200050129.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

PERENCANAAN KETEL UAP PIPA API DENGAN KAPASITAS UAP HASIL 21 TON/JAM TEKANAN KERJA 1,45 N/mm2 BAHAN BAKAR RESIDU DAN SUHU UAP HASIL 5O C DIATAS SUHU UAP JENUH ABSTRAKSI Tujuan dari perencanan ini adalah untuk menerapkan teori-teori yang didapat di bangku kuliah, mata kuliah yang berkaitan dengan konversi energi teori khususnya yang mendukung tentang perencanaan ketel uap pipa api, sehingga bermanfaat untuk semua pihak yang membutuhkan digunakan untuk perencanaan lebih lanjut. Ketel uap yang direncanakan adalah ketel uap jenis pipa api dengan kapasitas uap hasil 21 ton/jam, tekanan kerja 1,45 N/mm2 bahan bakar residu dan suhu uap hasil 50 C diatas suhu uap jenuh. Bahan bakar yang digunakan adalah residu. Minyak residu merupakan salah satu jenis bahan bakar yang berwujud cair, serta mempunyai titik beku tinggi dan temperatur pembakaran tinggi karena residu mudah mengental,maka pembakaran residu perlu dilakukan pembakaran awal dengan LPG ( liquid petroleum gas). Pada konstruksi ketel yaitu lorong api mengunakan profil berombak atau jenis fox dengan tujuan memiliki luas bidang pemanas yang lebih besar, selain itu bertujuan untuk mengatasi perbedaan pemuaian antara lorong-lorong api dan pipa-pipa api, sehingga kalor yang dipindahkan dari lorong api akan lebih besar. Ketel uap yang direncanakan mengunakan ekonomiser dimana ekonomiser digunakan sebagai pemanas awal air isian sebelum masuk ketel, adapun fungsi ekonomiser yaitu memanaskan air isian sampai mendekati titik didih ketel, sehingga kerugian kalor di dalam ketel menjadi berkurang, maka efisiensi ketel menjadi meningkat. Superheater adalah alat yang berfungsi untuk mengubah uap jenuh menjadi uap panas lanjut. Air isian yang digunakan meliputi tiga jenis sumber awal, yaitu sungai sekitar, sumur artesis, dan air PDAM, bahkan air laut diperlukan adanya treatment terhadap air isian ketel agar dapat menjaga kualitas air bebas dari kotoran dan endapan yang dapat mengakibatkan kerak pada lorong dan pipa-pipa. Dalam perencanaan ini didapatkan kesimpulan menurut analisis perhitungan yaitu, kualitas air isian yang baik akan mempengaruhi uap yang dihasilkan. Nilai kalor pembakaran yang dihasilkan oleh residu adalah sebesar 19.358,13 Btu/ℓb. Efisiensi ketel uap yang direncanakan yaitu 86,35%.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci : Ketel uap , residu, ekonomiser, superheater
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Budiman Budiman
Date Deposited: 07 Jul 2010 09:22
Last Modified: 14 Nov 2010 21:37
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/8058

Actions (login required)

View Item View Item