HUBUNGAN ANTARA POLA PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN DAN MORBIDITAS DENGAN STATUS GIZI BALITA DI KELURAHAN GEMOLONG KECAMATAN GEMOLONG KABUPATEN SRAGEN

DEWI , SINTIA (2010) HUBUNGAN ANTARA POLA PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN DAN MORBIDITAS DENGAN STATUS GIZI BALITA DI KELURAHAN GEMOLONG KECAMATAN GEMOLONG KABUPATEN SRAGEN. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
J310050035.pdf

Download (200kB)
[img] PDF
J310050035.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (738kB)

Abstract

ABSTRACT SINTIA DEWI. J 310 050 035 CORRELATION BETWEEN USE HABITS OF HEALTH SERVICE AND MORBIDITY WITH NUTRITION STATUS OF CHILDREN AGE 1-5 YEARS IN GEMOLONG SUBDISTRICT, GEMOLONG DISTRICT, SRAGEN REGENCY. Background. Nutrition status is affected by both direct and indirect factors. One indirect factors is use of health service. Use of health service is affected by infections incident and then infection has reciprocal relationship with nutrition status. Objective. This research is conducted to describe the correlation between use habits of health service and morbidity with nutrition status of children age 1-5 years in Gemolong subdistrict, Gemolong district, Sragen Regency. Research Method. The type of this research is observational with cross-sectional approach and sample of the research are 66 respondents. Data of use habits of health service and data of morbidity are obtained by using questionnaire-guided interview, whereas data of nutrition status of children age 1-5 years is obtained by measuring anthropometry and they are then interpreted by using z-score values (index weight for age). Data are analyzed by using rank spearman and chi-square (continuity correction) statistical tests. Results. Respondents who were categorized as high users of health service of 7.6%, with ISPA morbidity of 6.1% and diarrhea morbidity of 7.6%. Respondents with normal nutrition status of 68.2%, respondents with inadequate nutrition status of 30.3%, and respondents with above-normal nutrition status of 1.5%. Result of stastical tests get the p value of 0,53 and 1,00 so that there was no correlation found between use habits of health service with nutrition status of children age 1-5 years, and no correlation either between morbidity with nutrition status of children age 1-5 years. That is because many factors influence nutrition status, the direct ones are food habits and incident infections. Conclusion. There was no correlation found between use habits of health service and morbidity with nutrition status of children age 1-5 years in Gemolong subdistrict, Gemolong district, Sragen Regency. Key words : Use habits of health service, ISPA morbidity, diarrhea, nutrition status of children age 1-5 years. Literature : 39 : 1997-2009 SINTIA DEWI. J 310 050 035 HUBUNGAN POLA PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN DAN MORBIDITAS DENGAN STATUS GIZI BALITA DI KELURAHAN GEMOLONG KECAMATAN GEMOLONG KABUPATEN SRAGEN Pendahuluan. Status gizi dapat dipengaruhi oleh faktor langsung dan faktor tidak langsung. Faktor tidak langsung yang mempengaruhi status gizi salah satunya yaitu pemanfaatan pelayanan kesehatan. Pemanfaatan pelayanan kesehatan secara langsung dipengaruhi oleh terjadinya infeksi sedangkan infeksi mempunyai hubungan timbal balik dengan status gizi. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pola pemanfaatan pelayanan kesehatan dan morbiditas dengan status gizi balita di Kelurahan Gemolong Kecamatan Gemolong Kabupaten Sragen. Metode Penelitian. Jenis penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan crossectional dan sampel yang digunakan sebanyak 66 sampel.Data pola pemanfaatan pelayanan kesehatan dan morbiditas diperoleh dengan wawancara berpedoman pada kuesioner, sedangkan data status gizi anak diperoleh dengan pengukuran antropometri dan diinterpretasikan dengan nilai z_score (indeks BB/U). Analisa data menggunakan uji statistik rank spearman dan chi square (continuity correction). Hasil. Responden dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan tergolong tinggi sebanyak 7,6%, yang mengalami kesakitan ISPA sebesar 6,1% sedangkan yang mengalami kesakitan diare 7,6%. Responden dengan status gizi normal sebesar 68,2%, status gizi kurang sebesar 30,3% dan status gizi lebih sebesar 1,5%. Hasil uji statistik didapatkan nilai p=0,53 dan p=1,00 sehingga tidak terdapat hubungan antara pola pemanfaatan pelayanan kesehatan dengan status gizi balita dan tidak ada hubungan antara morbiditas (ISPA dan diare) dengan status gizi balita. Hal ini dikarenakan banyaknya faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi, secara langsung dipengaruhi oleh asupan makan dan penyakit infeksi. Kesimpulan. Tidak ada hubungan antara pola pemanfaatan pelayanan kesehatan dan morbiditas dengan status gizi anak balita di Kelurahan Gemolong Kecamatan Gemolong Kabupaten Sragen.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci : Pemanfaatan pelayanan kesehatan, morbiditas ISPA, diare, status gizi balita. Kepustakaan : 39 : 1997-2009
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > Gizi
Depositing User: Budiman Budiman
Date Deposited: 22 Jun 2010 08:52
Last Modified: 15 Nov 2010 01:18
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/7686

Actions (login required)

View Item View Item