PENANDA KOHESI SUBSITUSI PADA WACANA KOLOM TAJUK RENCANA SUARA MERDEKA BULAN AGUSTUS 2009

PRASETYO, EKO (2010) PENANDA KOHESI SUBSITUSI PADA WACANA KOLOM TAJUK RENCANA SUARA MERDEKA BULAN AGUSTUS 2009. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta .

[img]
Preview
PDF
A310040100.PDF

Download (42kB)
[img] PDF
A310040100.PDF
Restricted to Repository staff only

Download (138kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mendeskripsikan bentuk penanda kohesi subtitusi, dan menganalisis ketepatan subsitusi antara unsur pengganti dan unsur terganti ditinjau dari segi semantik .Teknik penyediaan dengan teknik dokumentasi, simak dan catat. Teknik dasar yang digunakan dalam analisis adalah teknik Pilah Unsur Penentu (PUP), dan teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik parafrase, dan teknik ganti. Dari hasil analisis data ditemukan adanya penggunaan subsitusi pada Tajuk Rencana Suara Merdeka dan dianalisis berdasarkan bentuk-bentuk subsitusi. Bentuk-bentuk tersebut yakni subsitusi nominal, subsitusi verbal, subsitusi frasal, dan subsitusi klausal. Subsitusi nominal merupakan proses penyulihan satuan lingual satu dengan satuan lingual lain yang memiliki kategori sama yakni kategori nominal. Akan tetapi dalam penerapannya, penyulihan dengan kata tunjuk nominal atau pronominal ditemukan sebagai bentuk subsitusi nominal. Subsitusi verbal pada Tajuk Rencana Suara Merdeka tidak hanya digunakan untuk memberikan variasi bentuk dan menghilangkan kemonotonan. Akan tetapi, subsitusi verbal juga digunakan dalam wacana untuk memberikan tekanan semantik (makna) pada satuan lingual tersebut yang berpengaruh terhadap pemahaman makna utuh dalam struktur gramatikal. Dari analisis subsitusi frasal dapat ditemukan adanya variasi bentuk frase pengganti atau penyubtitusi, antara lain frase pengganti berupa unsur bebas dengan unsur bebas, dan unsur bebas dan unsur terikat atau unsur pusat dan unsur pendukung. Frase tidak selamanya terdiri dari dua unsur akan tetapi dapat terdiri dari tiga unsur pembentuk frase atau lebih asalkan tidak melebihi batas fungsi kalimat. Subsitusi frasal juga bertujuan untuk penghemat kebahasaan. Proses subsitusi klausal diciptakan melalui dua bentuk yakni satuan lingual berupa kluasa disubsitusikan dengan kata serta klausa disubsitusikan dengan frase. Penggantian satuan lingual dengan satuan lingual yang lain pada proses subsitusi harus tetap memperhatikan makna yang akan muncul dari penggantian tersebut. Pada beberapa data menunjukkan bahwa tidak semua subsitusi yang ada pada Tajuk Rencana surat kabar Suara Merdeka menimbulkan ketepatan makna. Akan tetapi, pada analisis data-data lain sehubungan dengan subsitusi pada Tajuk Rencana Suara Merdeka menunjukkan adanya ketepatan subsitusi. Artinya proses subsitusi tidak menimbulkan adanya bias makna dan ambiguitas. Subsitusi adalah salah satu cara untuk membuat wacana padu. Kepaduan dapat dilihat dari segi bentuk akan tetapi bentuk yang bagus, padu haruslah dapat mendukung terciptanya ketepatan makna.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kohesi Subsitusi, Tajuk Rencana
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Depositing User: Gatiningsih Gatiningsih
Date Deposited: 19 May 2010 09:02
Last Modified: 13 Nov 2010 05:11
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/7077

Actions (login required)

View Item View Item