Analisis Prakiraan Kebutuhan dan Tarip Air Bersih Berbasis Kemasyarakatan di Perusahaan Air Minum (PDAM) Kota Surakarta

KUSWARTOMO , KUSWARTOMO (2006) Analisis Prakiraan Kebutuhan dan Tarip Air Bersih Berbasis Kemasyarakatan di Perusahaan Air Minum (PDAM) Kota Surakarta. Thesis thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta .

[img]
Preview
PDF
S100010015.pdf

Download (42kB)
[img] PDF
S100010015.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (384kB)

Abstract

Air merupakan salah satu sumber kehidupan yang paling penting bagi semua kehidupan di dunia dalam hal ini adalah manusia. Ayat-ayat dalam Al- Qur’an banyak telah menyebutkan hal tersebut antara lain telah disebutkan dalam Surat Ar-Ruum ayat 24 dan Luqman ayat 10. Berdasarkan ayat tersebut berarti setiap manusia berhak mendapatkan air untuk kehidupannya. PDAM sebagai perusahaan yang ditugasi Pemerintah Daerah Surakarta untuk menyediakan air bersih yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat secara optimal. PDAM harus merencanakan jumlah kebutuhan dan tarip yang memperhatikan kemampuan masyarakat Kota Surakarta. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk membuat penelitian berjudul “Analisis Kebutuhan dan Tarip Air Bersih Berbasis Kemasyarakatan di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surakarta”. Penelitian ini dilakukan berdasarkan, jumlah penduduk, pendapatan masyarakat (income per capita) untuk mengukur availability to pay (ATP) dan jumlah air yang dapat dibayar oleh masyakarat (willingness to pay/WTP). Proyeksi tarip air bersih berdasarkan ATP dan WTP tersebut akan digunakan untuk merencanakan jumlah konsumsi air selama 20 tahun mendatang, yaitu tahun 2005 sampai dengan 2024. Hasil penelitian didapatkan kondisi awal tarip (WTP tahun 2004) sebesar Rp. 1.330,34/m3 dan kondisi akhir (ATP tahun 2024) sebesar Rp. 4.104,05/m3 . Kenaikan tarip per tahun 5,79% dan pertumbuhan income per capita 13,88% dihasilkan pertumbuhan konsumsi 4,045% per tahun. Kebutuhan air rumah tangga pada akhir tahun 2024 sejumlah 380,155 lt/kapita/hari atau 66.854.881,34 m3 dengan tarip Rp. 4.104,05/m3 . Kebutuhan total air bersih untuk Kota Surakarta pada tahun 2024 diperkirakan mencapai 83.210.957,519 m3 dengan tingkat kebocoran direduksi 0,83% per tahun. Konsumsi air bersih bagi rumah tangga harus menjadi perhatian utama bagi PDAM Kota Surakarta. Konsumsi air rumah tangga dipengaruhi oleh factor- faktor jumlah penduduk, jumlah pelanggan, income per capita, kemampuan dan kemauan membayar masyarakat, serta tingkat kebocoran. Oleh karena itu, PDAM perlu dalam merencanakan kebutuhan dan tarip harus melihat faktor-faktor yang berpengaruh. PDAM juga harus selalu mengadakan kontrol terhadap pendistribusian, jaringan pipa, dan keakuratan meteran air secara berkala.

Item Type: Karya ilmiah (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Prakiraan Kebutuhan, Tarip Air Bersih ,Perusahaan Air Minum (PDAM)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Fakultas Pasca Sarjana > Magister Teknik Sipil
Depositing User: Gatiningsih Gatiningsih
Date Deposited: 11 May 2010 03:15
Last Modified: 15 Nov 2010 08:52
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/6878

Actions (login required)

View Item View Item