HAK IJBAR WALI DAN PERSETUJUAN PEREMPUAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN UNDANG-UNDANG PERKAWINAN NO.1 TAHUN 1974

ADDIENINGRUM , FITHRI MEHDINI (2005) HAK IJBAR WALI DAN PERSETUJUAN PEREMPUAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN UNDANG-UNDANG PERKAWINAN NO.1 TAHUN 1974. Thesis thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
R100030005.pdf

Download (174kB)
[img] PDF
R100030005.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (463kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep hak ijabar wali terhadap anak perempuan dalam menentukan pasangan hidup. Untuk mengetahui pandangan hukum Islam dan Undang undang Perkawinan No. 1 Tahun 1974 tentang hak ijbar wali dan persetujuan perempuan dalam perkawinan. Penelitian ini menggunakan Jenis penelitian ,dalam kajian adalah library research yang bersifat kualitatif dimana datanya diperoleh dari bahan-bahan pengamatan yang kemudian dianalisis dan disusun sehingga memperoleh gambaran yang benar tentang suatu pendapat dengan alasan yang tepat. Sumber data, sebagai suatu pembahasan yang bertitik tolak pada penelitian kepustakaan maka sumber data yang digunakan; hukum perkawinan indonesia, karya Prof. Hilman Hadikusuma. Teknik pengumpulan data, data yang diperoleh dari pustaka yang berupa buku-buku, kitab-katab, serta peraturan peraturan yang berlaku kemudian dikumpulkan untuk dicari yang berhubungan dengan judul dan selanjutnya dicatat sebagai proses pembuatan tesis serta dianalisa untuk mencapai pada tujuan pembahasan tesis ini dengan tujuan topik pembahasan. Teknik analisis data. Metode deduktif yaitu dimulai dari dalil, teori, generalisasi yang bersifat umum, selanjutnya dikemukakan kenyataan-kenyataan yang bersifat khusus. Metode deskriptif yaitu menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Metode Komparatif yaitu dengan membandingkan antara beberapa sistem yang berbeda dengan membandingkan masing-masing aspek. Cara pendekatan pembahasan ini penulis menggunakan model pendekatan yuridis normatif yaitu model pendekatan dengan melihat ketentuan-ketentuan yang berlaku dan bersumber dari kitab fiqh dan ketentuan perundang-undangan yang dalam hal ini adalah ketentuan Undang-undang No 1 Tahun 1974 tentang perkawinan. Dari hasil penelitian disimpulkan Konsep hak ijbar wali sesungguhnya adalah suatu tindakan yang didasari tanggung jawab dan kasih sayang dan dimaksudkan sebagai bentuk perlindungan dan tanggung jawab ayah terhadap anaknya, supaya anak tidak salah memilih pasangan hidup. Dengan demikian hak ijbar bukanlah hak paksa melainkan dimaknai sebagai suatu arahan orang tua kepada anak sebagai bentuk keharmonisan hubungan orang tua dan anak. Persetujuan perempuan merupakan syarat sahnya perkawinan.Menurut hukum Islam dan Undang-undang Perkawianan No 1 Tahun 1974 pasal 6 ayat 1 perkawianan adalah harus didasarkan atas persetujuan kedua calon mempelai. Dengan demikian persetujuan perempuan sebagai pihak yang akan menikah mutlak diperlukan tanpa memandang status janda maupun gadis. Berdasarkan perkembangan dan kemajuan yang ada sekarang ini ketentuan hak ijbar harus dipandang secara obyektif. Hal tersebut dapat dijadikan rujukan sepenuhnya dan juga tidak dapat ditinggalkan begitu saja,akan tetapi pada saat ini harus dilakukan reinterprestasi terhadap penafsiran nash yang telah ada, sehingga relevan dengan kultur dan budaya yang sedang berkembang saat ini.

Item Type: Karya ilmiah (Thesis)
Uncontrolled Keywords: HAK IJBAR WALI,PERSETUJUAN PEREMPUAN,PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN UNDANG-UNDANG PERKAWINAN NO.1 TAHUN 1974
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Pasca Sarjana > Magister Hukum
Depositing User: Gatiningsih Gatiningsih
Date Deposited: 05 May 2010 04:51
Last Modified: 15 Nov 2010 09:51
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/6786

Actions (login required)

View Item View Item