KAJIAN KEBERADAAN TERMINAL TIRTONADI SURAKARTA DITINJAU DARI ASPEK KINERJA DAN FUNGSI PELAYANAN TERMINAL

HARTINI , ENDANG SRI (2006) KAJIAN KEBERADAAN TERMINAL TIRTONADI SURAKARTA DITINJAU DARI ASPEK KINERJA DAN FUNGSI PELAYANAN TERMINAL. Thesis thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
bab1.pdf

Download (237kB)
[img] PDF
tesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Letak geografi Kota Surakarta yang strategis terhadap sistem transportasi darat di Pulau Jawa menjadikan Kota Surakarta sebagai ”transshipment point” bagi kegiatan ekonomi maupun transportasi regional sehingga Terminal Tirtonadi sangat penting. Namun dalam kenyataannya, melihat kondisi saat ini Terminal Tirtonadi menghadapi permasalahan antara lain, sistem sirkulasi, kapasitas luas lahan dan perkembangan transportasi, dari hal tersebut, tujuan dari penelitian adalah untuk mengkaji keberadaan dan kesesuaian Terminal Tirtonadi dari aspek, faktor fisik, pengguna terminal, dampak lingkungan dan pengambil keputusan. Metode yang dipakai dalam kajian ini adalah menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisa kualitatif dilakukan dengan cara deskriptif, normatif dan komparatif yang digunakan untuk mengkaji aspek fisik, dampak lingkungan dan pengambil keputusan, sedangkan analisa kuantitatif digunakan untuk mengkaji aspek pengguna (penumpang dan operator) dengan cara skoring. Hasil kajian yang diperoleh dalam penelitian ini adalah, bahwa keberadaan terminal ditinjau dari (1) faktor fisik (guna lahan dan lokasi). Ditinjau dari faktor guna lahan masih cukup sesuai, sedangkan dari faktor lokasi sudah tidak sesuai bila dilihat dari kriteria penentu lokasi bus regional, (2) faktor pengguna (penumpang dan operator) dapat dikatakan cukup memadai, dengan masing-masing skor total 4.265 dan 3.049, (3) faktor dampak lingkungan (tingkat polusi udara dan tingkat kebisingan), untuk tingkat polusi udara dari Hidro Carbon (HC) telah melampaui ambang batas Baku Mutu Ambien Nasional (BMUAN) yang ditetapkan sebesar 262 µg/m3 sedangkan untuk tingkat kebisingan telah melebihi Baku Mutu Tingkat Kebisingan (BMTK) sebesar 67,5 dB(A), (4) faktor pengambil keputusan (Pemerintah dan Organisasi Angkutan Darat (Organda)), dari Pemerintah Kota Surakarta terdapat 3(tiga) alternatif langkah yang diambil dalam mengatasi permasalahan di Terminal Tirtonadi yaitu menata kembali tanpa perluasan, menata kembali dengan perluasan dan relokasi. Sedangkan dari pihak Organda merekomendasikan menata kembali dengan perluasan merupakan alternatif yang terbaik. Berdasarkan temuan studi, rekomendasi yang diambil adalah menata kembali dengan perluasan serta pengoptimalan sub-sub terminal yang ada di Kota Surakarta.

Item Type: Karya ilmiah (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Kajian, Terminal, Kinerja, Fungsi, Layanan
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Fakultas Pasca Sarjana > Magister Teknik Sipil
Depositing User: Gatiningsih Gatiningsih
Date Deposited: 22 Apr 2010 08:00
Last Modified: 15 Nov 2010 10:45
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/6705

Actions (login required)

View Item View Item