KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL NAYLA KARYA DJENAR MAESA AYU:TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA

Kartika, Diana Ayu (2008) KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL NAYLA KARYA DJENAR MAESA AYU:TINJAUAN PSIKOLOGI SASTRA. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
A310040005.pdf

Download (93kB)
[img] PDF
A310040005.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (264kB)

Abstract

membangun novel Nayla dan konflik batin tokoh utama dalam novel Nayla melalui tinjauan psikologi sastra. Tujuannya (1) untuk mendiskripsikan struktur yang membangun novel Nayla. (2) untuk mendiskripsikan konflik batin tokoh utama dalam novel Nayla ditinjau dari psikologi sastra. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode diskriptif kualitatif. Objek penelitiannya adalah konflik batin tokoh utama dalam novel Nayla. Sumber data dalam penelitian ini meliputi sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer adalah novel Nayla karya Djenar Maesa Ayu. Sumber data sekundernya adalah artikel di internet yaitu biografi Djenar Maesa Ayu dan karya-karyanya. Teknik pengumpulan datanya yaitu teknik pustaka, simak dan catat. Adapun teknik analisis datanya yaitu dengan metode pembacaan heuristik dan hermeneutik. Analisis novel ini menggunakan pendekatan struktural dan psikologi sastra. Hasil analisis struktural terhadap novel Nayla ini dapat diperoleh tema novel Nayla adalah perjalanan hidup yang penuh dengan penderitaan. Alur novel Nayla yaitu mundur (flash back). Tokoh-tokoh yang dianalisis adalah Nayla, Ibu, Ayah/ Bung Raja, Mbak Ratu, dan Juli. Nayla sebagai tokoh utama merupakan tokoh yang mendominasi cerita dalam novel. Latar novel Nayla adalah di kota Jakarta dan di pulau Bali. Penceritaan tokoh Nayla dalam novel berlangsung pada tahun 1975-2000. Analisis selanjutnya dilakukan dengan pendekatan psikologi sastra. Pendekatan ini merupakan salah satu pendekatan dalam sastra yang mengkaji tentang kejiwaan tokoh. Analisis terhadap novel Nayla dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra khususnya teori konflik batin ditemukan dua jenis konflik yaitu (1) konflik mendekat-menjauh, dan (2) konflik menjauh-menjauh. Konflik mendekat-menjauh dialami oleh Nayla karena hal-hal seperti berikut. 1. Usia sembilan tahun Nayla masih mengompol di malam hari, sehingga Ibu menghukumnya dengan cara menusukkan peniti ke selangkangan bahkan vaginanya. Fisiknya merasakan sakit akibat penusukan itu, tetapi Nayla hanya bisa diam dan tidak mampu melawan. 2. Ketika berusia sembilan tahun juga Nayla diperkosa oleh Om Indra, kekasih ibunya. Nayla ingin mengatakan hal buruk tersebut, tetapi ia tidak dapat menceritakannya pada Ibu. 3. Nayla memutuskan mencari Ayah karena sudah tidak tahan tinggal di rumah Ibu yang penuh siksaan. Akan tetapi, untuk menjalankan misinya mencari ayahnya itu ia pun harus membolos sekolah. 4. Nayla merasa tenang dua bulan tinggal di rumah Ayah, tetapi ia juga masih saja merasakan asing di tempat itu. 5. Nayla senang bisa melarikan diri dari Rumah Perawatan, tetapi ia tidak mau kembali ke rumah ibu kandung ataupun ibu tirinya. 6. Nayla senang merasakan kelembutan cinta dari Juli, tetapi Nayla menolak ketika Juli memintanya untuk berjanji dan setia padanya. 7. Secara moral dan materi telah Nayla persiapkan untuk meninggalkan Juli, tetapi ia masih saja merasakan kehilangan Juli yang sudah baik padanya. Adapun konflik menjauh-menjauh dialami oleh Nayla karena hal-hal seperti berikut. 1. Fisik Nayla merasakan sakit akibat pemukulan yang dilakukan oleh ibu dan ia pun merasa takut pada ibunya yang begitu kejam, sehingga, membuat batin Nayla merasa tidak nyaman. 2. Nayla merasa takut saat ayahnya meninggal dunia dan ia takut kembali ke rumah ibu kandungnya, sehingga mengakibatkan batin Nayla merasa tidak senang. 3. Nayla merasa sedih kehilangan ayahnya dan ia juga tidak menyangka ibu tiri bersama ibu kandungnya tega menjebloskannya ke Rumah Perawatan Anak Nakal dan Narkotika, sehingga, membuat Nayla tidak mampu berbuat banyak untuk melepaskan diri dari Rumah Perawatan. 4. Dua tahun cerpen yang Nayla kirim ke media cetak selalu ditolak, dan setelah dimuat Nayla mendapatkan pergunjingan dari orang-orang, sehingga membuatnya merasa muak dan bosan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: struktural, psikologi sastra, konflik batin.
Subjects: P Language and Literature > PN Literature (General)
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Depositing User: Ari Fatmawati
Date Deposited: 13 Nov 2008 03:00
Last Modified: 31 Jan 2011 05:02
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/645

Actions (login required)

View Item View Item