TINGKAT PENYALAHGUNAAN NAPZA DITINJAU DARI KUALITAS KOMUNIKASI ORANG TUA-ANAK DALAM KELUARGA

HANDAYANI , TRIMAKASIH (2009) TINGKAT PENYALAHGUNAAN NAPZA DITINJAU DARI KUALITAS KOMUNIKASI ORANG TUA-ANAK DALAM KELUARGA. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img] PDF
F100050080.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (418kB)
[img] PDF
F100050080.pdf

Download (61kB)

Abstract

Tingkat Penyalahgunaan Napza Ditinjau Dari Kualitas Komunikasi Orang Tua-Anak dalam Keluarga Kenakalan remaja yang saat ini meresahkan keluarga dan masyarakat yaitu kenakalan remaja yang berupa penggunaan napza. Napza adalah zat atau obat yang berasal tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, dan dapat menghilangkan rasa nyeri menimbulkan ketergantungan. Kecenderungan efek akan terjadi pada otak dan akan terjadi gangguan terhadap kesadaran gangguan perasaan, gangguan pola pikir, gangguan tingkah laku, gangguan persepsi atau adanya halusinasi. Secara sosial pengguna napza akan sulit mensosialisasikan diri dalam kehidupan sosialnya di tengah-tengah masyarakat. Ketergantungan pada napza menyebabkan orang tidak lagi dapat berpikir dan berperilaku normal. Di sisi lain keefektifan komunikasi yang terjalin dengan baik antar anggota keluarga memiliki peranan yang penting untuk memberikan rasa aman bagi anggota keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Tingkat penyalahgunaan napza yang dilakukan oleh remaja. (2) Kualitas komunikasi orang tua-anak. (3) Dinamika psikologi yang terjadi pada kualitas komunikasi orang tua-anak dalam keluarga yang menyebabkan remaja menyalahgunakan napza. Gejala yang menjadi fokus penelitian, yaitu tingkat kualitas penyalahgunaan napza ditinjau dari komunikasi orang tua-anak dalam keluarga. Informan dalam penelitian ini sebanyak 4 informan pengguna napza. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Alat mengumpulkan data menggunakan wawancara dan observasi. Analisis data adalah rangkaian kegiatan penelaah, pengelompokan, sistematisasi, dan penafsiran. Kesimpulan hasil penelitian, yaitu: (1) Tingkat penyalahgunaan napza yang dilakukan oleh remaja ada dua macam, yaitu tingkat penggunaan yang sudah mulai kecanduan terjadi pada subjek 1 dan 4 dalam menggunakan napza, dan tingkat belum kecanduan pada subjek 2 (minum minuman keras) dan 3 (merokok). Remaja yang belum kecanduan napza ada kemungkinan untuk tidak menggunakan napza lagi, sedangkan yang sudah kecanduan sulit untuk disembuhkan. (2) Kualitas komunikasi orang tua-anak dalam keluarga pada semua subjek (subjek 1, 2, 3, dan 4) termasuk buruk. Antara anak dan orang tua dalam melakukan komunikasi kurang harmonis. Hal ini dapat terjadi karena faktor anak dan orang tua itu sendiri. Faktor orang tua (terutama ayah) bersikap otoriter dan bersikap kasar terhadap anak sehingga anak tidak merasa nyaman tinggal di lingkungan keluarga. Adapun faktor dari anak, karena anak bersikap berani dan tidak mau diatur oleh orang tua. (3) Dinamika psikologi yang terjadi pada komunikasi orang tua-anak dalam keluarga yang menyebabkan remaja menyalahgunakan napza. Keluarga sebagai unit sosial terkecil dalam masyarakat berperan besar ikut dalam menentukan kesejahteraan anggota keluarga. Komunikasi keluarga yang kurang harmonis berpengaruh terhadap perilaku anak melakukan penyimpangan, yaitu menggunakan napza sebagai jalan keluar dari permasalahan yang ditimbulkan oleh kurangnya komunikasi dalam keluarga.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: PENYALAHGUNAAN NAPZA DITINJAU DARI KUALITAS KOMUNIKASI
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Fakultas Psikologi > Psikologi
Depositing User: Users 13 not found.
Date Deposited: 18 Feb 2010 09:16
Last Modified: 13 Nov 2010 05:02
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/6303

Actions (login required)

View Item View Item