HUBUNGAN ANTARA KEJADIAN DIARE DENGAN STATUS GIZI ANAK BALITA DI KELURAHAN BEKONANG KECAMATAN MOJOLABAN KABUPATEN SUKOHARJO

AMRI, MUTHOWIF SAIFUL (2009) HUBUNGAN ANTARA KEJADIAN DIARE DENGAN STATUS GIZI ANAK BALITA DI KELURAHAN BEKONANG KECAMATAN MOJOLABAN KABUPATEN SUKOHARJO. Diploma thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
J300060018.pdf

Download (91kB)
[img] PDF
J300060018.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (527kB)

Abstract

Gizi merupakan salah satu faktor penting yang menentukan tingkat kesehatan dan kesejahteraan manusia. Keadaan gizi dikatakan baik bila terdapat keseimbangan dan kesesuaian antara perkembangan fisik dan mental, sehingga tingkat keadaan gizi optimal terpenuhi. Konsumsi gizi yang baik dan cukup sangat diperlukan oleh seseorang, terutama pada anak balita karena seringkali tidak bisa dipenuhi oleh seorang anak balita. Konsumsi gizi tersebut, tidak bisa dipenuhi karena faktor eksternal maupun internal. Faktor eksternal menyangkut keterbatasan ekonomi keluarga sehingga uang yang tersedia tidak cukup untuk membeli makanan, sedangkan faktor internal adalah faktor yang terdapat didalam diri anak yang secara psikologis muncul sebagai problema makan pada anak balita. Oleh sebab itu, konsumsi gizi anak lebih diperhatikan karena akan menyebabkan status gizi kurang pada anak balita Status gizi kurang yang terjadi pada anak balita ini antara lain kekurangan energi protein, gangguan kekurangan yodium, kekurangan vitamin A dan penyakit infeksi yang sering terjadi pada balita adalah penyakit diare Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kejadian diare dengan status gizi anak balita. Penelitian ini termasuk jenis penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak balita. Sampel adalah semua anak balita yang diambil dengan rumus besar sampel minimal sebanyak 30 anak balita. Cara pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengisian kuesioner oleh ibu dan pengukuran antropometri pada anak balita. Sedangkan untuk membuktikan hipotesis (menguji adanya hubungan) digunakan uji Fisher Exact test (Chi Square). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah Status gizi anak balita berdasarkan BB/U menurut WHO diketahui bahwa status gizi anak balita yang termasuk kategori baik sebanyak 27 anak (90 %). Sedangkan sisanya 3 anak (10 %) berstatus gizi balita tidak baik. Dan data kejadian diare diketahui bahwa untuk tingkat kejadian diare termasuk diare sebanyak 12 anak (40 %) sedangkan yang termasuk kejadian diare yang tidak diare sebanyak 18 anak (60 %). Dari hasil uji hubungan diketahui antara kejadian diare dengan status gizi anak balita tidak ada hubungan, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,255. Dengan demikian nilai signifikansi 0,255 > dari 0,05, maka Ho diterima dengan demikian tidak ada hubungan antara kejadian diare dengan status gizi anak balita. Kesimpulan penelitian ini tidak ada hubungan antara kejadian diare dengan status gizi anak balita di Kelurahan Bekonang Kecamatan Mojolaban Kabupaten Sukoharjo. Saran bagi masyarakat agar peningkatan higienis dan sanitasi di lingkungan khususnya dirumah supaya tidak timbul penyakit (diare) dan penyuluhan tentang faktor-faktor yang dapat mempengaruhi status gizi.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Infeksi, Penilaian Status Gizi
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > Gizi D3
Depositing User: Ari Fatmawati
Date Deposited: 15 Feb 2010 08:56
Last Modified: 31 Oct 2011 05:16
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/6197

Actions (login required)

View Item View Item