KONSUMEN DAN SAPI GLONGGONGAN (Studi Tentang Pola Distribusi dan Perlindungannya Di Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali)

ZAINUDIN, MUHAMMAD RIZKA (2009) KONSUMEN DAN SAPI GLONGGONGAN (Studi Tentang Pola Distribusi dan Perlindungannya Di Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img] PDF (Full text)
C100050051.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (331kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mendiskripsikan bagaimana pola produksi dan distribusi sapi glonggongan di Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali; 2) mendiskripsikan bagaimanakan perlindungan hukum bagi konsumen sapi glonggongan yang diproduksi dan didistribusikan dari Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan non doktrinal yaitu cara kerja untuk dapat membantu obyek yang menjadi susunan, menjadi ilmu pengetahuan yang bersangkutan. Jenis penelitian yang dipergunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah penelitian hukum deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di di daerah Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisa data kualitatif. Dalam penelitian ini menggunakan metode pendekatan non doktrinal. Penelitian ini bersifat deskriptif sehfingga dapat memberikan gambaran secara menyeluruh dan sistematis. Berdasarkan analisis hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) Daging yang sudah memenuhi ketentuan di Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali adalah Daging yang baik atau daging yang memenuhi ketentuan layak untuk dikonsumsi baik menurut kesehatannya maupun kadar kandungan gizinya baik ditinjau dari keamanan pangan, gizi pangan, mutu pangan, higiene pangan, bahan tambahan daging, lingkungan produksi serta bangunan dan fasilitas. Susu dan daging sapi merupakan bahan makanan yang mengandung kandungan protein yang tinggi yang baik untuk pertumbuhan manusia. Bahkan, kotoran sapi juga dapat dimanfaatkan untuk pupuk tanaman, dan yang paling mutakhir kotoran sapi dapat dijadikan sebagai biogas. Berdasarkan uraian di atas penulis menyimpulkan dari 35 pedagang daging sapi yang memenuhi ketentuan hanya 17,14%. Berarti pedagang daging sapi di Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali harus lebih ditingkatkan kualitasnya; 2) Daging yang belum memenuhi ketentuan di Desa Tanduk, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali sebanyak 82,86% yaitu berupa daging glonggongan. Ditinjau dari keamanan pangan, gizi pangan, mutu pangan, higiene pangan, bahan tambahan daging, lingkungan produksi serta bangunan dan fasilitas tidak layak untuk dikonsumsi. Dalam daging glonggongan terdapat kandungan air, pedagang daging glonggongan dalam menjual daging memberi bahan tambahan berupa air di dalam daging tersebut serta keamanan dan kehigienannya kurang menjamin. Daging berkadar air berlebihan dengan sendirinya membuat proses pembusukan berlangsung lebih cepat. Bila daging sehat disimpan selama 8 jam masih bagus, namun daging yang kadar airnya berlebihan disimpan selama 4 jam saja sudah menunjukkan gejala pembusukan. Daging semacam ini seharusnya tidak boleh diedarkan karena berbahaya bagi konsumen

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: konsumen, sapi glonggongan
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > Hukum
Depositing User: Gatiningsih Gatiningsih
Date Deposited: 10 Feb 2010 07:29
Last Modified: 21 Jul 2011 05:50
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/6098

Actions (login required)

View Item View Item