GAMBARAN BERAT MENTAH DAN MATANG LAUK HEWANI DI INSTALASI GIZI RSUD SUKOHARJO

HASTUTI, TRI (2009) GAMBARAN BERAT MENTAH DAN MATANG LAUK HEWANI DI INSTALASI GIZI RSUD SUKOHARJO. Diploma thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
J300060025.PDF

Download (25kB)
[img] PDF
J300060025.PDF
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Makanan bergizi sangat dibutuhkan pasien khususnya makanan yang mengandung protein, karena protein akan mempercepat proses penyembuhan suatu penyakit khususnya protein yang berasal dari hewani. Penyajian makanan untuk pasien perlu memperhatikan standar porsi makanan, karena akan menentukan status gizi pasien dan berpengaruh terhadap proses penyembuhannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian berat mentah dan penyusutan dari bahan mentah ke matang pada lauk hewani di Instalasi Gizi RSUD Sukoharjo. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional. Sampel yang digunakan adalah daging ayam, ikan lele dan bandeng presto. Masing-masing ditimbang sebanyak 50 potong, kemudian dirata-rata baik dalam kondisi mentah maupun kondisi matangnya. Penelitian yang telah penulis lakukan pada lauk hewani diperoleh hasil penimbangan berat mentah pada daging sapi, daging ayam dan bandeng presto sudah memenuhi standar porsi yang ada, namun ketidaksesuaian berat yang terjadi kemungkinan karena penentuan BDD yang kurang diperhatikan, sehingga potongan bahan yang dihasilkan tidak seragam. Daging ayam, ikan lele dan bandeng presto mengalami penyusutan berat masing-masing 38,65%; 34,89%; dan 26,11%. Penyusutan terjadi karena proses penggaraman dan cara pengolahan yang dilakukan dengan penggorengan. Proses penggorengan akan mengakibatkan kadar air yang terkandung di dalam bahan berkurang, semakin lama waktu dan suhu yang digunakan maka semakin banyak pula bahan tersebut kehilangan kadar air. Kesimpulan dari penelitian ini adalah berat mentah lauk hewani untuk ikan lele dan bandeng presto sudah sesuai dengan standar porsi yang ada. Daging ayam, ikan lele dan bandeng presto mengalami penyusutan masing-masing sebesar 38,65%; 34,9%; dan 26,11%. Saran yang penulis kemukakan agar lebih meningkatkan ketelitian dalam proses persiapan bahan sebelum dan sesudah diolah agar tercipta keseragaman porsi. Serta perlu memperhatikan cara pengolahan dari bahan mentah ke matang secara tepat.

Item Type: Thesis (Diploma)
Uncontrolled Keywords: berat mentah, berat matang
Subjects: R Medicine > RZ Other systems of medicine
Divisions: Fakultas Ilmu Kesehatan > Gizi D3
Depositing User: Musyarofah Siti
Date Deposited: 02 Feb 2010 08:52
Last Modified: 06 Jan 2012 05:45
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/5925

Actions (login required)

View Item View Item