AKTIVITAS ANTIPLASMODIUM FRAKSI SEMIPOLAR EKSTRAK ETANOL RIMPANG TEMU MANGGA (Curcuma mangga Val.) TERHADAP Plasmodium berghei SECARA In Vivo

CHOLIS, INDRIAWAN NUR (2009) AKTIVITAS ANTIPLASMODIUM FRAKSI SEMIPOLAR EKSTRAK ETANOL RIMPANG TEMU MANGGA (Curcuma mangga Val.) TERHADAP Plasmodium berghei SECARA In Vivo. Skripsi thesis, Univerversitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
K100050241.pdf

Download (176kB)
[img] PDF
K100050241.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
Official URL: http://files.eprints.ums.ac.id/etd/2009/K100/K1000...

Abstract

Rimpang temu mangga (Curcuma Mangga Val.) dilaporkan dapat menyembuhkan penyakit malaria. Ekstrak etanol rimpang temu mangga telah terbukti memiliki aktivitas antiplasmodium terhadap Plasmodium berghei secara in vivo. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai aktivitas antiplasmodium rimpang temu mangga, sehingga nantinya dapat diperoleh senyawa antimalaria yang bermanfaat dalam pengobatan penyakit malaria. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan aktivitas antiplasmodium dari fraksi semipolar ekstrak etanol rimpang temu mangga terhadap Plasmodium berghei secara in vivo. Rimpang temu mangga diekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol kemudian difraksinasi menggunakan kromatografi cair vakum. Fraksi kloroform:metanol (5:5) diuji aktivitas antiplasmodium secara in vivo. Penelitian ini menggunakan metode 4 day suppressive test, setelah 2 jam mencit terinfeksi, kemudian diberi perlakuan selama empat hari. Pengambilan sampel darah dilakukan pada hari ke-5, kemudian hasil apusan darah diperiksa jumlah eritrosit yang terinfeksi. Ada 6 kelompok perlakuan pada penelitian ini: kelompok I aquadest, kelompok II DMSO (dimethyl sulfoxide), kelompok III kloroquin dosis 78 mg/kgBB, kelompok IV, V dan VI berturut-turut dengan perlakuan fraksi semipolar ekstrak etanol rimpang temu mangga dengan rentang dosis 125-140 mg/kgBB, 250-280 mg/kgBB dan 500-600 mg/kgBB. Hasil uji aktivitas antiplasmodium menunjukkan bahwa fraksi semipolar rentang dosis 125-140 mg/kgBB menghambat sebesar 13,55 ± 6,88 %. Rentang dosis 250-280 mg/kgBB menghambat sebesar 38,14 ± 5,51 % dan rentang dosis 500-600 mg/kgBB menghambat sebesar 75,34 ± 5,13 %. Hasil ini menunjukkan bahwa fraksi semipolar ekstrak etanol rimpang temu mangga memiliki aktivitas antiplasmodium dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat antimalaria.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Rimpang temu mangga (Curcuma Mangga Val.), Fraksi Semipolar Ekstrak etanol, Antiplasmodium, Plasmodium berghei, In vivo.
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Farmasi > Farmasi
Depositing User: Esti Handayani
Date Deposited: 03 Dec 2009 09:04
Last Modified: 31 Oct 2011 06:15
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/5223

Actions (login required)

View Item View Item