ANALISIS KERUANGAN TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) BADRAN KECAMATAN KRANGGAN KABUPATEN TEMANGGUNG

NOVI YANTO , TRI (2009) ANALISIS KERUANGAN TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) BADRAN KECAMATAN KRANGGAN KABUPATEN TEMANGGUNG. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img] PDF
E100020013.PDF
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF
E100020013.PDF

Download (234kB)
Official URL: http://files.eprints.ums.ac.id/etd/2009/E100/E1000...

Abstract

Penelitian ini Adalah menyangkut tentang Pemulung dan Penadah barng bekas yang beroperasi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Badran Kecamatan Kranggan Kabupaten Temanggung “ANALISIS KERUANGAN TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) BADRAN KECAMATAN KRANGGAN KABUPATEN TEMANGGUNG“ adapun daerah penelitian dipilih karena di rasa cukup menarik karena keberadaan sebuah TPA terdapat hubungan interaksi antara pemulung dan penadah barang bekas dalam hal jual beli pemenuhan kebutuhan perekonomian dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakt yang mnim pendidikannya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik pemulung dan penadah barang bekas, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus dan analisa peta. Untuk pemilihan responden adalah pemuling dan penadah barang bekas. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tabel frekuensi, tabel silang dan analisis peta serta analisis kuantitatif. Potensi keberadaan TPA Badran Total timbulan sampah mencapai 128-132 ton/hari (Rumah tangga 85%, Pasar 9% danLainnya (industri, kantor & area publik) 6%). Berdasarkan komposisi substansinya, sampah organik dan plastik menampati porsi 81% sehingga apabila bagian ini bisa ditangani dengan baik, maka minimal 81% permasalahan berkaitan dengan sampah bisa diatasi. Sampah organik sendiri hingga saat ini belum ada yang memprosesnya menjadi kompos. Jumlahnya bertambah sebanyak 3,850 ton per bulan, atau 70% dari total sampah yang dibuang ke TPA. bisnis daur ulang. Jenis sampah yang menjadi komoditi pada umumnya adalah plastik, logam, kertas, kaca, yang menempati lokasi TPA pada saat ini dengan jumlah pemulung 62 orang yang rumahnya berjarak 1-5 kilo dari rumahnya dan jumlah penadah barang-barang bekas 10 orang (8) 0rang berasal dari daerah sekitar dan (2) orang berasal dari magelang, serta keanekaragaman sampah yang dimanfaatkan (besi, kertas, plastik) menyebabkan terjadinya suatu hubungan timbal balik antara pemulung dan penadah barang bekas serta terjadinya hubungan antar wilayah atau dapat dikatakan bahwa perkembangan TPA ini akan sangat dipengaruhi oleh lokasi TPA itu sendiri serta keterkaitannya dengan penduduk wilayah sekitarnya, yang dimanfaatkan sebagai mata pencaharian sehari-haridalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dalam memenuhi kebutuhan ekonom, dengan mengais sampah yang laku jual, dalam hal maka terjadilah interaksi antara pemulung dan penadah barang bekas. Sehingga dapat disimpulkan dengan adanya keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dijadikan oleh warga sekitar sebagai lapangan pekerjaan antara lain pemulung dan penadah barang bekasdalam pemenuhan kebutuhan ekonomi.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: ANALISIS KERUANGAN TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General)
Divisions: Fakultas Geografi > Geografi
Fakultas Geografi > Geografi
Fakultas Geografi > Geografi
Depositing User: Budiman Budiman
Date Deposited: 25 Nov 2009 06:51
Last Modified: 13 Nov 2010 04:47
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/4991

Actions (login required)

View Item View Item