HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DENGAN MINATMEMBELI KOSMETIK PADA KONSUMEN KLINIK KECANTIKAN

PERTIWI, DEWI DAMAYANTI (2009) HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DENGAN MINATMEMBELI KOSMETIK PADA KONSUMEN KLINIK KECANTIKAN. Skripsi thesis, Univerversitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
F100050187.PDF

Download (53kB)
[img] PDF
F100050187.PDF
Restricted to Repository staff only

Download (617kB)
Official URL: http://files.eprints.ums.ac.id/etd/2009/f100/F1000...

Abstract

Minat membeli merupakan aktivitas asli yang timbul karena adanya perasaan dan pikiran terhadap suatu barang atau jasa yang diinginkan. Motif wanita memakai kosmetik, pada umumnya keinginan tampak baik dan dapat diterima di lingkungannya serta adanya keinginan dihargai orang lain atau adanya keinginan pemuasan kebutuhan internal dengan adanya perasaan sudah merawat diri dengan baik. Gejala mempercantik diri yang sebenarnya sudah berlangsung lama ini jika diamati secara kejiwaan sesungguhnya adalah erosi kepercayaan diri. Padahal, kepercayaan diri adalah hal penting yang harus dimiliki seseorang dalam menjalani kegiatan sehari-hari karena akan menimbulkan rasa aman. Wanita dengan kepercayaan diri yang rendah tidak segan-segan menggunakan kosmetik sesering mungkin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri dengan minat membeli kosmetik pada konsumen klinik kecantikan. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan negatif antara kepercayaan diri dengan minat membeli kosmetik pada konsumen klinik kecantikan. Subjek dalam penelitian ini adalah konsumen klinik kecantikan X Surakarta sebanyak 47 orang. Teknik Sampling yang digunakan purposive non random sampling karena diambil berdasarkan ciri-ciri yang telah ditetapkan dengan karakteristik: tercatat sebagai member Klinik X atau mempunyai kartu pelanggan Klinik X serta telah menjadi pelanggan Klinik X lebih dari 1 tahun, wanita dewasa berusia minimal 21 tahun. Hasil analisis product moment menunjukkan bahwa tidak ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara kepercayaan diri dengan minat membeli kosmetik pada konsumen klinik kecantikan, ditunjukkan oleh nilai korelasi (r) = -0,497 dengan p = 0,001. Hal ini berarti semakin tinggi kepercayaan diri maka akan semakin rendah minat membeli kosmetik pada konsumen klinik kecantikan dan sebaliknya. Hasil analisis regresi stepwise menunjukkan aspek tidak mementingkan diri sendiri (toleransi) yang dominan terhadap minat membeli kosmetik pada konsumen klinik kecantikan. Sumbangan efektif kepercayaan diri terhadap minat membeli kosmetik pada konsumen klinik kecantikan adalah sebesar 24,7%, hal ini menunjukkan bahwa terdapat faktor-faktor lain sebesar 75,3 % yang mempengaruhi minat membeli kosmetik di luar variabel kepercayaan diri. Hasil penelitian menunjukkan kepercayaan diri pada subjek penelitian dalam kategori sedang dan minat membeli kosmetik pada subjek penelitian tergolong tinggi. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara kepercayaan diri dengan minat membeli kosmetik pada konsumen klinik kecantikan. Kata kunci: kepercayaan diri, minat membeli kosmetik, konsumen klinik kecantikan

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: kepercayaan diri, minat membeli kosmetik, konsumen klinik kecantikan
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Fakultas Psikologi > Psikologi
Depositing User: Esti Handayani
Date Deposited: 24 Nov 2009 03:12
Last Modified: 13 Nov 2010 04:46
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/4920

Actions (login required)

View Item View Item