PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PADA PD. BPR BKK KECAMATAN WEDI KABUPATEN KLATEN

HASTUTI, ERNA YULI TRI (2009) PENILAIAN KINERJA KEUANGAN PADA PD. BPR BKK KECAMATAN WEDI KABUPATEN KLATEN. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
B100030319.pdf

Download (68kB)
[img] PDF
B100030319.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (383kB)
Official URL: http://files.eprints.ums.ac.id/etd/2009/B100/B1000...

Abstract

Kinerja keuangan BKK merupakan hal penting bagi suatu BKK, mengingat fungsi BKK dalam masyarakat sebagai penyedia modal, yang harus menjaga kesehatannya. Dengan demikian BKK dapat mempertahankan kepercayaan masyarakat baik untuk menyimpan uang maupun untuk meminjam uang dalam bentuk kredit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, menguji dan membuktikan secara empiris kinerja keuangan BKK Wedi Kabupaten Klaten ditinjau dari faktor likuiditas, permodalan, dan faktor rentabilitas. Untuk penilaian terhadap kinerja keuangan dapat dilakukan dengan analisis laporan keuangan BKK Wedi Kabupaten Klaten. Data yang dipergunakan sebagai bahan analisis adalah data-data keuangan selama tiga tahun terakhir, yaitu neraca dan laporan rugi/laba. Peneliti mengajukan hipotesis yaitu diduga tingkat kinerja keuangan BKK Wedi Kabupaten Klaten dapat dikatakan sehat. Alat analisis yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah Cash Ratio, CAR, LDR, ROA, dan BOPO. Alat analisis tersebut untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam membayar kembali kewajibannya. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh bahwa kinerja keuangan BKK Wedi Kabupaten Klaten ditinjau dari liikuiditas dapat dikatakan sehat. Hal ini ditunjukkan oleh nilai Cash Ratio dan Rasio LDR yang dicapai lebih tinggi dari batas minimal likuiditas yang harus dimiliki bank untuk Cash Ratio yaitu sebesar 4,05%, sedangkan untuk rasio LDR yaitu sebesar 94,75%. Demikian juga dengan alat analisis lainnya. Kinerja keuangan dilihat dari posisi CAR yang dicapai berada di atas batas minimal tingkat kesehatan bank yaitu 8%. Ditinjau dari efisiensi (BOPO) menunjukkan bahwa kinerja yang dicapai sudah efisien, karena ratio BOPO lebih rendah dari batas maksimal 93,52% dan ROA juga menunjukkan kinerja keuangan yang sehat karena nilai yang dicapai lebih besar dari batas minimal yang ditetapkan yaitu 1,215%.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: kinerja keuangan
Subjects: H Social Sciences > HG Finance
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Manajemen
Depositing User: Esti Handayani
Date Deposited: 18 Nov 2009 02:49
Last Modified: 16 Nov 2010 02:25
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/4728

Actions (login required)

View Item View Item