HUBUNGAN ANTARA ANGKA LEUKOSIT PRE OPERASI DENGAN KEJADIAN KOMPLIKASI PASCA OPERASI APENDEKTOMI EMERGENSI PADA PASIEN APENDISITIS AKUT

Ragawati, Anita Dwi (2009) HUBUNGAN ANTARA ANGKA LEUKOSIT PRE OPERASI DENGAN KEJADIAN KOMPLIKASI PASCA OPERASI APENDEKTOMI EMERGENSI PADA PASIEN APENDISITIS AKUT. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
J500050006.pdf

Download (92kB)
[img] PDF
J500050006.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (969kB)

Abstract

Latar belakang : Apendisitis akut termasuk akut abdomen yang memerlukan pembedahan segera (apendektomi emergensi). Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil operasi antara lain lamanya pembedahan, prosedur operasi, obat-obatan, lamanya rawat pra bedah, penyakit penyerta, status gizi, operator (residen atau senior), dan tingginya angka leukosit pre operasi merupakan faktor prediktor terhadap kejadian komplikasi pascaoperasi sehingga ini menjadi dasar kenapa penelitian ini dilakukan. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui hubungan antara angka leukosit pre operasi dengan kejadian komplikasi pascaoperasi apendektomi emergensi pada pasien apendisitis akut. Metode penelitian : Deskriptif analitik retrospektif, dengan teknik purposive sampling dari rekam medik pasien apendisitis akut yang telah dilakukan operasi apendektomi di RSUD Dr. Moewardi Surakarta dari 1 Januari - 31 Desember 2008. Didapatkan 42 data yang memenuhi kriteria inklusi terdiri dari 37 pasien apendisitis akut simpel dan 5 pasien apendisitis akut komplikata. Analisis statistik menggunakan program SPSS (Statistical Program for Social Science) for windows release 15. Hasil Penelitian : Didapatkan perbandingan jumlah pasien berdasar jenis kelamin hampir sama antara laki-laki dan perempuan yaitu 19 (45,2%) : 23 (54,8%), berdasar klasifikasi usia < 5 tahun sebanyak 8 (19%) 15-64 tahun sebanyak 33 (78,6%) dan > 64 tahun sebanyak 1 (2,4%). Berasal dari kota Surakarta sebanyak 21 (50%) dan dari luar kota Surakarta. Diagnosis yang paling banyak ialah apendisitis akut simpel sebanyak 37 (88,1%) dan apendisitis komplikata sebanyak 5 (11,9%) terdiri dari 3 perforasi, 1 peritonitis, dan 1 abses apendiks. Apendisitis dengan Kejadian komplikasi pascaoperasi pada apendisitis akut simpel dengan angka leukosit > 10.000/mm³ sebanyak 8 pasien (dengan infeksi luka operasi 7 dan perforasi 1) dan pada apendisitis akut komplikata dengan angka leukosit > 10.000/mm³ sebanyak 1 pasien (dengan infeksi luka operasi). Sedangkan pada apendisitis akut simpel dan komplikata dengan angka leukosit < 10.000/mm³ tidak mengalami komplikasi pascaoperasi. Kesimpulan : Setelah dilakukan analisis data dengan SPSS 15 dengan uji statistik Chi Square Crosstabs distribusi angka leukosit pre operasi dengan kejadian komplikasi pascaoperasi apendektomi emergensi pada pasien apendisitis akut (simpel dan komplikata) didapatkan nilai X² hitung = 16.845 dan p = 0,000. X² tabel 3,841 dan α = 0,05. Dengan demikian p < α dan X2 hitung > X2 tabel, ini berarti ada hubungan yang bermakna antara angka leukosit pre operasi dengan kejadian komplikasi pascaoperasi apendektomi emergensi pada pasien apendisitis akut (terutama untuk jenis komplikasi infeksi luka operasi).

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Apendisitis akut, leukosit, komplikasi apendektomi
Subjects: R Medicine > RD Surgery
Divisions: Fakultas Kedokteran > Kedokteran
Depositing User: Ari Fatmawati
Date Deposited: 27 Oct 2009 08:40
Last Modified: 06 Jan 2012 06:03
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/4363

Actions (login required)

View Item View Item