KADAR BIOETANOL LIMBAH PADAT BASAH TAPIOKA PADA PENGENDAPAN HARI KE 2 DENGAN PENAMBAHAN RAGI DAN WAKTU FERMENTASI YANG BERBEDA

PUSPITASARI, MARLINDA (2009) KADAR BIOETANOL LIMBAH PADAT BASAH TAPIOKA PADA PENGENDAPAN HARI KE 2 DENGAN PENAMBAHAN RAGI DAN WAKTU FERMENTASI YANG BERBEDA. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta Perpustakaan.

[img]
Preview
PDF
A420050087.pdf

Download (37kB)
[img] PDF
A420050087.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Limbah padat basah tapioka (onggok) merupakan hasil samping dari pembuatan tepung tapioka. Limbah ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat karena dianggap nilai jualnya rendah dan hanya digunakan untuk pakan ternak. Kandungan karbohidrat yang masih terdapat pada limbah padat basah tapioka dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan alternatif pembuatan bioetanol dengan cara fermentasi sehingga bernilai jual tinggi.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan penambahan ragi dan waktu fermentasi yang optimal guna mendapatkan kadar bioetanol pada fermentasi limbah padat basah tapioka pada pengendapan hari ke2. Penelitian ini dilaksanakan November 2008 – Januari 2009 di Labolatorium Kimia FKIP UNS dan Labolatorium Kimia FIK UMS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial terdiri dari dua faktor, yaitu penambahan ragi (25, 50, 75gr) dan lama fermentasi (5, 7, 9 hari) dengan 3 kali ulangan. Dari hasil penelitian diperoleh kadar bioetanol optimum sebesar 46.37% pada perlakuan F3R3 (waktu fermentasi 9 hari dan penambahan ragi 75 gr) dan kadar bioetanol minimum sebesar 12.70% pada perlakuan F1R1 (waktu fermentasi 5 hari dan penambahan ragi 25gr). Data dianalisis dengan anova dua jalur dan dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf nyata 5% dan 1%. Berdasarkan hasil analisis kadar bioetanol menunjukkan bahwa penambahan ragi dengan nilai Fhitung 594.70 > Ftabel 3.01, lama fermentasi dengan nilai Fhitung 135.54 > Ftabel 3.40 dan interaksi antara penambahan ragi dan lama fermentasi nilai Fhitung 21.66 > Ftabel 2.51. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) Kadar bioetanol optimum sebesar 46.37% pada perlakuan F3R3 2) Penambahan ragi berpengaruh terhadap kadar bioetanol limbah padat basah tapioka pada pengendapan hari ke2. 3) Waktu fermentasi berpengaruh terhadap kadar bioetanol limbah padat basah tapioka pada pengendapan hari ke2. 4) Interaksi antara penambahan ragi dan waktu fermentasi berpengaruh terhadap kadar bioetanol limbah padat basah tapioka pada pengendapan hari ke2.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: waktu fermentasi, penambahan ragi, kadar bioetanol.
Subjects: L Education > L Education (General)
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Biologi
Depositing User: Gatiningsih Gatiningsih
Date Deposited: 20 Oct 2009 08:46
Last Modified: 16 Nov 2010 06:11
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/4311

Actions (login required)

View Item View Item