TRADISI PERINGATAN (SLAMETAN) SESUDAH KEMATIAN SESEORANG DITINJAU DARI HUKUM ISLAM (Studi di Desa Sroyo Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar)

VIRDIANI , ZUL (2008) TRADISI PERINGATAN (SLAMETAN) SESUDAH KEMATIAN SESEORANG DITINJAU DARI HUKUM ISLAM (Studi di Desa Sroyo Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img] PDF
C100040103.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[img]
Preview
PDF
C100040103.pdf

Download (1MB)

Abstract

Slametan sesudah kematian sudah membudaya dalam masyarakat Jawa yang diawali dengan kepercayaan animisme, unsur animisme tersebut tampak dengan adanya sesaji sebagai persembahan kepada arwah untuk bekalnya melakukan perjalanan panjang menuju ke alam kelanggengan. Menurut pandangan hukum Islam, hal tersebut bertentangan dengan hukum Islam karena akan mengarah kepada kemusyikan. Sementara menurut sumber yang ditemui bahwa slametan sesudah kematian termasuk dalam golongan bid’ah karena tidak ada dasarnya dalam hukum Islam, namun akhirnya slametan tersebut dimasuki unsur Islam yang dianggap sebagai hiasan. Akan tetapi esensi dari slametan itu adalah hasil pemikiran manusia tanpa adanya sumber dari Al-Qur’an dan Al-Hadist. kalau kita mencermati tradisi slametan sesudah kematian itu sendiri bahwa tradisi tersebut berawal dari kepercayaan animisme tanpa dasar yang jelas, tetapi kenyataannya diyakini dan dijadikan upacara ritual bahkan oleh kaum muslim yang sudah mengenal Syariat Islam, maka tradisi tersebut dapat digolongkan dalam bid’ah karena disamping tidak ada dasar yang jelas dalam Islam juga salah keyakinan dari awal, karena berawal dari kepercayaan animisme. Kalaupun di dalamnya terdapat doa secara Islam itu hanya sebagai hiasan, akan tetapi esensi dari slametan sesudah kematian tersebut adalah keyakinan yang salah. Hal itu hanyalah hasil dari senkretisasi anatara kebudayaan Hindu yang mempunyai kepercayaan animisme dengan agama Islam, padahal salah besar agama Islam dicampur adukkan dengan kepercayaan animisme, hal itu sangat bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadist. Maka sebagai orang Islam, seharusnya bisa meninggalkannya.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Tradisi slametan bagi orang Jawa
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > Hukum
Depositing User: Edy Suparno
Date Deposited: 19 Aug 2009 03:17
Last Modified: 16 Nov 2010 08:09
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/4126

Actions (login required)

View Item View Item