LELANG DAN JAMINAN TINJAUAN TENTANG PELAKSANAAN LELANG TERHADAP BENDA-BENDA JAMINAN DALAM PERJANJIAN GADAI (Studi Kasus di PERUM PEGADAIAN CABANG PURWOTOMO SURAKARTA)

GITA KIRANA, DANNY (2008) LELANG DAN JAMINAN TINJAUAN TENTANG PELAKSANAAN LELANG TERHADAP BENDA-BENDA JAMINAN DALAM PERJANJIAN GADAI (Studi Kasus di PERUM PEGADAIAN CABANG PURWOTOMO SURAKARTA). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img] PDF
C100020183.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (267kB)

Abstract

Pelaksanaan Lelang yang dilakukan Perum Pegadaian apabila pihak pemberi gadai/nasabah tidak dapat memenuhi kewajibannya/ wanprestasi pada jatuh tempo yang telah ditentukan setelah diberi peringatan/somasi untuk memenuhi kewajibannya. Hal tersebut sesuai dengan Kitab Undang-undang Hukum Perdata Pasal 1155 ayat 1, bahwa pihak pemegang gadai mempunyai hak untuk menjual dengan kekuasaan sendiri benda jaminan tersebut dimuka umum menurut kebiasaan setempat serta atas syarat-syarat yang lazim berlaku. Selain itu Pelelangan yang terjadi di Perum Pegadaian merupakan upaya terakhir yang dilakukan Perum Pegadaian untuk mengembalikan pinjaman kreditnya beserta sewa modalnya yang tidak dilunasi sampai jatuh tempo / batas waktu yang ditentukan. Hasil dari penjualan barang jaminan/ lelang tersebut diharapkan dapat menutup uang pinjaman beserta sewa modal dan biaya lelang. Apabila terdapat kelebihan uang yang menjadi hak debitur / nasabah dengan jangka waktu pengembalian selama 1 (satu) tahun, uang kelebihan yang tidak diambil dalam jangka waktu 12 bulan sejak tanggal lelang selebihnya menjadi hak Perum Pegadaian dan selanjutnya menjadi milik negara. Prosedur Pelaksanaan Lelang di Perum Pegadaian Cabang Purwotomo Surakarta dilaksanaakan melalui beberapa beberapa tahap: a. Tahap Pemberitahuan Lelang b. Tahap Persiapan Lelang c. Tahap Pelaksanaan Lelang Masalah yang timbul pada saat Pelaksanaan Lelang merupakan hal yang manusiawi dan semua pasti ada solusi yang terbaik. Masalah yang dihadapi Perum Pegadaian adalah kurangnya pembeli pada saat pelaksanaan lelang serta penawaran harga yang rendah, hal tersebut sangat merugikan Perum Pegadaian dan pemberi gadai/nasabah dalam penerimaan sisa kelebihan dari penjualan lelang tersebut, kurangnya pembeli akibat banyak barang jaminan yang dilelang rusak / cacat sehingga peserta kurang tertarik untuk membeli yang mengakibatkan banyak barang yang tidak laku dilelang, kesalahan dari pihak penaksir dalam menaksirkan barang hal tersebut terjadi akibat keteledoran atau bisa juga merupakan ketidaktahuan terhadap harga suatu barang, nasabah pindah domisili sehingga pihak Perum Pegadaian tidak dapat memberitahukan apabila akan dilaksanakan lelang.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: lelang dan jaminan, benda jaminan, perjanjian gadai
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > Hukum
Depositing User: Edy Suparno
Date Deposited: 13 Aug 2009 08:25
Last Modified: 16 Nov 2010 08:22
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/4102

Actions (login required)

View Item View Item