KARAKTERISTIK EDIBLE FILM BERBAHAN DASAR KULIT DAN PATI BIJI DURIAN (Durio sp) UNTUK PENGEMASAN BUAH STRAWBERRY

WAHYONO, WAHYONO (2009) KARAKTERISTIK EDIBLE FILM BERBAHAN DASAR KULIT DAN PATI BIJI DURIAN (Durio sp) UNTUK PENGEMASAN BUAH STRAWBERRY. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
A420050124.PDF

Download (129kB)
[img] PDF
A420050124.PDF
Restricted to Repository staff only

Download (893kB)

Abstract

Tanaman durian (Durio sp), merupakan salah satu jenis buah-buahan yang terdapat dan berasal dari Indonesia yang produksinya melimpah. Buah durian yang dapat dimakan dagingnya hanya sekitar 20-35 %, sisanya berupa kulit 60-75%, dan biji 5-15 % yang terbuang sebagai sampah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat karakteristik sifat fisik dan mekanin edible film berbahan dasar pati biji dan pektin kulit durian. Sifat fisik berupa kelarutan dan ketebalan film, serta lama edible film dapat terdegradasi oleh mikrobia, adapun sifak mekaniknya seperti pemanjangan/elongasi, kuat regang putus, dan permeabilitas uap air. Metode penelitian menggunakan metode ekstraksi pati biji durian, ekstraksi pektin kulit durian, kemudian mencampurkan kedua bahan dasar tersebut hingga terbentuk film. Hasil penelitian menunjukkan kelarutan tertinggi dari edible film berbahan dasar pati biji durian dan pektin kulit durian pada keempat perlakuan adalah pada konsentrasi pektin 0,8%. Sedangkan kelarutan terendah dihasilkan dari konsentrasi pektin 0,6%. Tingkat ketebalan edible film tinggi disebabkan besarnya konsentrasi pektin yang ditambahkan pada saat pencampuran. Ketebalan tertinggi dihasilkan pada konsentrasi pektin 0,8%, dan terendah dihasilkan pada konsentrasi 0,2%. Semakin besar konsentrasi pektin yang ditambahkan, akan menghasilkan tingkat elongasi yang tinggi pula. Pemanjangan (elongasi) edible film tertinggi dihasilkan pada konsentrasi pektin 0,8%, dan terendah pada konsentrasi 0,6%. Kuat regang putus (tensile strength) edible film tertinggi dihasilkan pada konsentrasi 0,8%, dan terendah pada konsentrasi pektin 0,2%. Besarnya transmisi uap air buah strawberry dihasilkan dari konsentrasi pektin 0,2% dan 0,6%, sedangkan terendah pada konsentrasi 0,4% dan 0,8%. Susut buah strawberry tertinggi dihasilkan dari strawberry tanpa perlakuan (kontrol) dan pada konsentrasi pektin 0,2% dan 0,6%. Adapun susut buah terendah dihasilkan dari konsentrasi pektin 0,4% dan 0,8%. Edible film hasil dari kombinasi pati biji dan pektin kulit buah durian dapat didegradasi/diuraikan oleh mikroba tanah selama kurang lebih 35 hari. Kata Kunci: Edible film, ekstraksi, pektin, durian.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Edible film, ekstraksi, pektin, durian.
Subjects: Q Science > QK Botany
Q Science > QH Natural history > QH301 Biology
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Biologi
Depositing User: Esti Handayani
Date Deposited: 29 Jul 2009 08:11
Last Modified: 02 May 2011 09:36
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/3831

Actions (login required)

View Item View Item