Perubahan Makna pada Wacana Humor Cak Lontong

Putra, Hutama (2015) Perubahan Makna pada Wacana Humor Cak Lontong. Skripsi thesis, Uniersitas Muhammadiyah Surakarta.

[img] PDF (ARTIKEL PUBLIKASI)
ARTIKEL PUBLIKASI.pdf

Download (796kB)
[img] PDF (HALAMAN DEPAN)
HALAMAN DEPAN.pdf

Download (654kB)
[img] PDF (BAB I)
BAB I.pdf

Download (207kB)
[img] PDF (BAB II)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (225kB)
[img] PDF (BAB III)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (157kB)
[img] PDF (BAB IV)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (468kB)
[img] PDF (BAB V)
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (88kB)
[img] PDF (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (150kB)
[img] PDF (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (911kB)
[img] PDF (PERNYATAAN PUBLIKASI)
PERNYATAAN PUBLIKASI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (89kB)

Abstract

Tujuan penelitian ini ada dua yaitu 1) mendeskripsikan bentuk satuan lingual yang mengalami perubahan makna pada wacana humor lawakan Cak Lontong 2) mendeskripsikan analissis komponen makna pada perubahan makna wacana humor lawakan Cak Lontong. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu teknik simak dan catat. Teknik analisis data yang digunakan yaitu metode agih dan metode padan. Hasil penelitian menemukan penggunaan bahasa humor yang dilakukan oleh Cak Lontong mengandung perubahan makna. Terdapat berbagai jenis perubahan makna seperti (1) perubahan makna generalisasi, (2) perubahan makna spesialisasi, (3) perubahan makna total, (4) perubahan makna ameliorasi, (5) perubahan makna peyorasi, (6) perubahan makna asosiasi, dan (7) perubahan makna metafora. Bentuk perubahan makna pada bahasa humor Cak Lontong sempurna karena terdapat berbagai jenis perubahan makna. Ada perubahan makna yang khusus dalam penelitian ini dibandingkan dengan penelitian terdahulu yaitu perubahan makna metafora yang berjumlah 8 data yang mengalami perubahan makna tersebut, terdapat pada video ke-1, 2, 3,11 dan 14. Perubahan makna metafora tersebut digunakan oleh Cak Lontong untuk memberikan gambaran atau penjelasan maksud tujuan tertent. Data tersebut umumnya terdiri dari gabungan dua kata yang masing-masing memiliki makna, setelah bergabung kata tersebut memiliki makna baru. Misalnya data “patah cinta” yang terdapat pada video ke-1, kata tersebut berasal dari gabungan kata “patah” dan kata “cinta”, setelah bergabung kata tersebut memiliki makna baru yakni kesedihan, kekecewaan atau kegagalan dalam hal percintaan. Analisis komponen makna yang terdapat pada kata yang telah mengalami perubahan makna dianalisis menggunakan fitur makna biner (+) dan (-). Komponen makna kata yang mengalami perubahan makna tersebut diberikan fitur tersebut untuk mengetahui komponen-komponen makna yang dimiliki oleh kata tersebut. Sebagai contoh komponen makna dari kata yang telah mengalami perubahan makna, kata bujangan memiliki komponen makna yaitu [+manusia], [+jantan], [-betina], [+dewasa], [+remaja], [-kawin], dan [+single]. Tanda (+) mempunyai komponen makna tersebut, dan tanda (-) tidak mempunyai komponen makna tersebut.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Perubahan Makna, Komponen Makna, dan Humor
Subjects: P Language and Literature > PN Literature (General)
Divisions: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan > Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Depositing User: Hutama Putra
Date Deposited: 23 Oct 2015 03:03
Last Modified: 23 Oct 2015 03:03
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/38051

Actions (login required)

View Item View Item