Tinjauan Yuridis Pelaksanaan Eksekusi Terhadap Benda Jaminan Berdasarkan Undang-Undang no. 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fidusia (studi Kasus pada PT. Kembang 88 Surakarta)

Prahmaningtyastuti, Netty (2015) Tinjauan Yuridis Pelaksanaan Eksekusi Terhadap Benda Jaminan Berdasarkan Undang-Undang no. 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fidusia (studi Kasus pada PT. Kembang 88 Surakarta). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img] PDF (NASKAH PUBLIKASI)
NASKAH PUBLIKASI.pdf

Download (168kB)
[img] PDF (HALAMAN DEPAN)
HALAMAN JUDUL.pdf

Download (463kB)
[img] PDF (BAB I)
BAB I.pdf

Download (36kB)
[img] PDF (BAB II)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (78kB)
[img] PDF (BAB III)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (123kB)
[img] PDF (BAB IV)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (16kB)
[img] PDF (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (12kB)
[img] PDF (PERNYATAAN PUBLIKASI ILMIAH)
SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI.pdf

Download (140kB)

Abstract

PT. Kembang 88, merupakan salah satu perusahaan pembiayaan yang melakukan kegiatan usahanya di bidang pembiayaan konsumen (consumer finance) yang berfokus pada pembiayaan Kredit Kepemilikan Mobil (KPM). Kegiatan pembiayaan ini melalui sistem pemberian pembiayaan terhadap kepemilikan mobil, yang pembayarannya oleh konsumen dapat dilakukan secara angsuran atau berkala. Perjanjian pembiayaan accessoir objek fidusia diserahkan kepemilikannya kepada debitur atau konsumennnya. pelaksanaan perjanjian pembiayaan antara PT.Kembang 88 Surakarta, dengan debitur, telah sesuai dengan ketentuan pasal 1320,1338 KUH Perdata, dan ini merupakan perjanjian pembiayaan dengan Jaminan Fidusia. pelaksanaan eksekusi objek tersebut tidak sesuai dengan ketentuan pasal 29 Undang-Undang No 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fidusia,karena perjanjian fidusianya tidak didaftarkan melalui Notaris,dan hanya dilakukan dibawah tangan. Akan tetapi pelaksanaan eksekusi tersebut , telah sesuai dengan apa yang ada didalam perjanjian pembiayaan pada pasal 8. Keberadaan obyek perjanjian/ unit-unit mobil yang berada sampai luar Pulau Jawa. Misalnya debitur berada di Semarang akan tetapi obyek perjanjian atau unit mobil berada di Pulau Kalimantan. Debitur menggunakan perlindungan kepada aparat kepolisian yang dianggapnya berpengaruh di wilayah tersebut. Membentuk tim collector dengan dibantu pihak yang berwajib untuk menyelidiki atau mencari informasi keberadaan unit mobil yang berada di luar wilayah operasional kantor, untuk selanjutnya apabila objek perjanjian tersebut telah diketemukan, maka seketika itu juga dilakukan proses eksekusi penarikan mobil, sekaligus pembatalan kontrak perjajian dengan debitur yang wanprestasi tersebut.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Eksekusi, Undang-Undang No. 42 . Tahun 1999 , Jaminan Fidusia
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > Hukum
Depositing User: Netty Prahmaningtyastuti
Date Deposited: 15 Aug 2015 02:12
Last Modified: 15 Aug 2015 02:12
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/37093

Actions (login required)

View Item View Item