HUBUNGAN ANTARA MANAJEMEN DIRI DENGAN PROKRASTINASI KERJA PADA PEGAWAI NEGERI SIPIL

Megawati, Novita Indria (2009) HUBUNGAN ANTARA MANAJEMEN DIRI DENGAN PROKRASTINASI KERJA PADA PEGAWAI NEGERI SIPIL. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
F100040015.pdf

Download (34kB)
[img] PDF
F100040015.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (208kB)

Abstract

Sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat serta berdasarkan visi dan misi yang dimilikinya maka sudah seharusnya Pegawai Negeri Sipil memiliki disiplin kerja yang baik dalam mengemban dan melaksanakan tugas-tugas yang dimilikinya karena dengan kinerja yang produktif dan efisien waktu maka hasil yang diperoleh akan maksimal dan sesuai dengan yang diharapkan baik oleh instansi yang bersangkutan maupun oleh masyarakat. Kenyataannya banyak pegawai negeri sipil saat melayani masyarakat kerap melakukan penundaan tugas atau prokrastinasi kerja. Prokrastinasi kerja dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya yaitu manajemen diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara manajemen diri dengan prokrastinasi kerja pada pegawai negeri sipil. Hipotesis yang diajukan ada hubungan negatif antara manajemen diri dengan prokrastinasi kerja. Subjek penelitian adalah karyawan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Jawa Tengah yang berjumlah 70 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah studi populasi. Pengumpulan data menggunakan skala manajemen diri dan skala prokrastinasi kerja. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis product moment diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0,312; p = 0,009 (p < 0,01). Sumbangan efektif variabel manajemen diri terhadap prokrastinasi kerja sebesar 9,7%. Hasil penelitian ini berarti ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara manajemen diri dengan prokrastinasi kerja. Semakin tinggi (baik) manajemen diri maka akan semakin rendah prokrastinasi kerja, dan sebaliknya semakin rendah (buruk) manajemen diri maka akan semakin tinggi prokrastinasi kerja.. Nilai rerata empirik (RE) = 103,471 dan rerata hipotetik (RH) = 102. Hasil ini menunjukkan kanajemen diri pada subjek penelitian tergolong sedang (cukup) baik.Kondisi ini dapat diartikan aspek-aspek yang terdapat pada manajemen diri yaitu pengelolaan waktu, hubungan antar manusia, perspektif diri belum sepenuhnya dimiliki oleh subjek dan menjadi bagian dari karakteristik kepribadian subjek khususnya dalam pekerjaan. Sedangkan Prokrastinasi kerja pada subjek penelitian tergolong rendah diperoleh rerata empirik (RE) = 81,757 dan rerata hipotetik (RH) = 126. Kondisi rendah ini dapat diartikan bahwa prokrastinasi kerja yang dilakukan oleh karyawan masih dalam taraf yang wajar sehingga karyawan dapat melakukan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Adapun kesimpulan penelitian ini menyatakan ada hubungan negatif antara manajemen diri dengan prokrastinasi kerja. Manajemen diri tergolong sedang (cukup baik), prokrastinasi kerja tergolong sedang. Artinya variabel manajemen diri dapat memprediksi variabel prokrastinasi kerja. Namun demikian masih banyak variabel-variabel lain yang diasumsikan dapat mempengaruhi prokrastinasi kerja selai variabel manajemen diri.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Additional Information:
Uncontrolled Keywords: prokrastinasi, manajemen diri
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Fakultas Psikologi > Psikologi
Depositing User: Gatiningsih Gatiningsih
Date Deposited: 17 Jul 2009 08:01
Last Modified: 27 Oct 2011 07:46
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/3634

Actions (login required)

View Item View Item