STUDI EKSPERIMENTAL KOEFISIEN PERPINDAHAN KALOR MODEL PIPA PEMANAS SISTEM WATER HEATER DIAMETER 0,75 INCHI POSISI VERTIKAL DENGAN INJEKSI GELEMBUNG UDARA

AL AZIZ R. , M. SHAFWALLAH (2009) STUDI EKSPERIMENTAL KOEFISIEN PERPINDAHAN KALOR MODEL PIPA PEMANAS SISTEM WATER HEATER DIAMETER 0,75 INCHI POSISI VERTIKAL DENGAN INJEKSI GELEMBUNG UDARA. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
D200040004.pdf

Download (65kB)
[img] PDF
D200040004.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Peningkatan koefisien perpindahan kalor konveksi dapat dilakukan dengan memodifikasi permukaan saluran dengan pemasangan sirip. Tetapi cara tersebut mengalami kesulitan dalam pabrikasi dan meningkatkan pressure drop. Selain cara tersebut juga dapat dilakukan dengan penambahan gelembung udara dalam aliran fluida. Perpindahan kalor dalam media aliran gas-cair banyak dijumpai dan ditentukan oleh koefisien perpindahan kalornya yang dipengaruhi oleh properties fluida, dimensi dan permukaan pipa serta pola aliran dua fasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan koefisien perpindahan kalor yang paling maksimal pada pipa pemanas di dalam pipa anulus. Dalam penelitian ini menggunakan model pipa pemanas pada sistem water heater. Seksi uji terdiri atas pipa tembaga dengan panjang 0,75 m diameter 0,01905 m sebagai pemanas dan dibagian luar menggunakan pipa transparan untuk mengetahui pola aliran yang terjadi. Eksperimen dilakukan dengan pemasangan model water heater secara vertikal kemudian mengalirkan air dari bawah dan udara dari bawah dalam bentuk aliran gelembung. Pengujian dilakukan dengan 3 macam variasi debit air 4, 5, dan 6 LPM, debit udara 2.5, 5, dan 6.5 LPM dan pada fluks kalor listrik 8024,475 W/m2, 9740,821 W/m2, 10699,300 W/m2, 12170,453 W/m2, 13730,768 W/m2. Untuk mengukur temperatur dinding pipa pemanas dipasang termokopel di dinding luar pada empat titik sepanjang pipa tembaga, sedangkan temperatur fluida diukur dengan memasang termokopel diantara pipa tembaga dan pipa transparan di enam titik sepanjang pipa uji. Berdasarkan hasil eksperimen dan hasil perhitungan dengan variasi perubahan debit udara dan debit air maka diperoleh bahwa koefisien perpindahan kalor hasil eksperimen meningkat dengan meningkatnya debit udara dan kenaikan fluks kalor listrik serta menurun dengan meningkatnya debit air. Nilai koefisien perpindahan kalor hasil eksperimen yang paling tinggi sebesar 2611,730 W/m2 oC pada fluks kalor listrik 13730,768 W/m2, Re air 2131,848 dan pada Re udara 0,3059 serta paling rendah sebesar 1088,290 W/m2 oC pada fluks kalor listrik 9740,821 W/m2, Re air 1397,311 dan pada Re udara 0,0888.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Perpindahan kalor, Koefisien, Dua fasa, Aliran gelembung
Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Gatiningsih Gatiningsih
Date Deposited: 17 Jul 2009 07:59
Last Modified: 16 Nov 2010 12:32
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/3633

Actions (login required)

View Item View Item