Pemanfaatan pelat beton fly ash pracetak dengan tulangan bilah bambu yang dirangkai dan diperkuat kawat galvanis menyilang sebagai solusi lantai rumah di daerah tanah gerak

Setiawan, Dika (2015) Pemanfaatan pelat beton fly ash pracetak dengan tulangan bilah bambu yang dirangkai dan diperkuat kawat galvanis menyilang sebagai solusi lantai rumah di daerah tanah gerak. Diploma thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img] PDF (NASKAH PUBLIKASI)
Naskah Publikasi.pdf

Download (5MB)
[img] PDF (HALAMAN DEPAN)
01. Halaman Depan.pdf

Download (5MB)
[img] PDF (BAB I)
02. BAB I.pdf

Download (119kB)
[img] PDF (BAB II)
03. BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (175kB)
[img] PDF (BAB III)
04. BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (372kB)
[img] PDF (BAB IV)
05. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[img] PDF (BAB V)
06. BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (721kB)
[img] PDF (BAB VI)
07. BAB VI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (102kB)
[img] PDF (DAFTAR PUSTAKA)
08. Daftar Pustaka.pdf

Download (69kB)
[img] PDF (LAMPIRAN)
09. Lampiran.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
[img] PDF (PERNYATAAN PUBLIKASI ILMIAH)
Surat Pernyataan Publikasi Karya Ilmiah.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)

Abstract

Beton pracetak sebagai elemen pelat umumnya diberi tulangan memanjang (lentur) dan tulangan bagi. Tulangan lentur untuk menahan pembebanan momen lentur yang terjadi pada pelat, sedangkan tulangan bagi berfungsi untuk memperkuat kedudukan tulangan memanjang dan penahan retak beton akibat susut dan perbedaan suhu pada beton. Pada daerah tertentu harga tulangan baja sangat mahal. Oleh sebab itulah perlu diupayakan mencari alternatif baru pengganti tulangan baja pada beton. Adapun alternatif lain sebagai pengganti tulangan beton tersebut, diantaranya adalah bambu. Bambu yang digunakan sebagai tulangan bisa berupa bilah bambu yang dirangkai. Kekuatan bilah bambu yang dirangkai tersebut memiliki kekuatan yang hampir sama dengan baja sebagai struktur bangunan. Perencanaan beton dengan berdasarkan SNI 03-2834-2000 menghasilkan f’c = 19,919 MPa. Faktor Air Semen (FAS) yang digunakan adalah 0,6. Penelitian ini telah diketahui besarnya kuat lentur pelat beton bertulangan baja, pelat beton bertulangan bilah bambu yang dirangkai dan pelat beton bertulangan bilah bambu yang dirangkai dengan penambahan kawat yang dipasang menyilang, kenaikan momen lentur pelat beton bertulangan baja dengan pelat beton bertulangan bilah bambu yang dirangkai serta pelat beton bertulangan bilah bambu yang dirangkai dengan penambahan kawat yang dipasang menyilang dan perbandingan kuat lentur pelat beton bertulangan secara pengujian dengan kuat lentur maksimal pelat beton bertulang secara analisis. Dalam penelitian ini, bilah bambu yang dirangkai berukuran lebar 2 cm dan tinggi 0,8 cm, kawat yang digunakan adalah kawat galvanis dengan ukuran ø 1,02 mm, ø 1, 29 mm dan ø 1,63 mm. Hasil dari penelitian ini didapatkan momen lentur maksimal pelat beton (60 cm x 60 cm) dan pelat beton (40 cm x 40 cm) bertulangan baja biasa adalah 6,519 kN.m dan 4,466 kN.m, momen lentur maksimal pelat beton (60 cm x 60 cm) dan pelat beton (40 cm x 40 cm) bertulangan bilah bambu yang dirangkai adalah 6,113 kN.m dan 4,072 kN.m, momen lentur maksimal pelat beton (60 cm x 60 cm) dan pelat beton (40 cm x 40 cm) bertulangan bilah bambu yang dirangkai dengan kawat ø 1,02 mm adalah 6,250 kN.m dan 4,158 kN.m, momen lentur maksimal pelat beton (60 cm x 60 cm) dan pelat beton (40 cm x 40 cm) bertulangan bilah bambu yang dirangkai dengan kawat ø 1,29 mm adalah 6,257 kN.m dan 4,173 kN.m, momen lentur maksimal pelat beton (60 cm x 60 cm) dan pelat beton (40 cm x 40 cm) bertulangan bilah bambu yang dirangkai dengan kawat ø 1,63 mm 6,363 kN.m dan 4,222 kN.m. Penulangan pelat beton bertulangan bilah bambu yang dirangkai dan bilah bambu yang dirangkai diperkuat dengan kawat galvanis yang dipasang secara menyilang dapat menyamai (setara) dengan penulangan menggunakan baja. Hal ini dikarenakan kawat galvanis yang semakin besar sebanding dengan peningkatan momen lentur maskimal uji. Hasil uji ini menunjukkan bahwa tulangan bilah bambu yang dirangkai dan bilah bambu yang dirangkai diperkuat dengan kawat galvanis dapat menjadi alternatif pengganti tulangan baja pada pelat beton pracetak.

Item Type: Karya ilmiah (Diploma)
Uncontrolled Keywords: Bambu, Kawat Galvanis, Momen Lentur Pelat, Pelat Beton Bertulang
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Depositing User: DIKA SETIAWAN
Date Deposited: 07 Aug 2015 01:09
Last Modified: 07 Aug 2015 01:11
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/36293

Actions (login required)

View Item View Item