PERANCANGAN PESAWAT PENGANGKAT JENIS PNEUMATIC CONVEYOR BERTEKANAN NEGATIF UNTUK MENGANGKUT SERBUK SUSU DENGAN KAPASITAS 2 TON/JAM

PERDANA, MUHAMMAD NOOR ALAMSYAH (2009) PERANCANGAN PESAWAT PENGANGKAT JENIS PNEUMATIC CONVEYOR BERTEKANAN NEGATIF UNTUK MENGANGKUT SERBUK SUSU DENGAN KAPASITAS 2 TON/JAM. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
D200030141.pdf

Download (66kB)
[img] PDF
D200030141.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (12MB)

Abstract

Pada suatu industri, pneumatic conveyor digunakan sebagai mesin pengangkut untuk mentransfer bulk material melalui sistem perpipaan. Pneumatic conveyor beroperasi dengan menggunakan aliran udara yang mendapat input tekanan dari air mover seperti blower atau kompresor yang menggerakkan material yang diangkut dari intake material menuju ke discharge point. Dalam tugas akhir ini dilakukan perancangan pneumatic conveyor bertekanan negatif (vacuum conveyor) untuk industri susu. Pada proses pengolahan susu cair menjadi serbuk susu, sistem pneumatic conveyor digunakan untuk mengangkut serbuk susu dari feeder menuju ke tempat penyimpanan sementara (storage silo) untuk diproses lebih lanjut. Pneumatic conveyor ini mempunyai kapasitas pengangkutan sebesar 2 ton/jam dengan jarak pengangkutan horisontal 19 meter dan jarak pengangkutan vertiakal 25 meter. Pada sistem pneumatic conveyor ini dirancang untuk bekerja secara kontinyu tiap hari. Pada desain yang dirancang dilakukan perhitungan dan analisa pada komponen utama seperti sistem perpipaan (elbow, fitting, flange, increaser, pipe support) dan komponen pendukung seperti feeder, storage silo, air dryer dan cyclone. Kecepatan awal pengangkutan sebesar 21 m/s, solid loading ratio 4,66 dan menggunakan metode pengangkutan dilute phase. Kebutuhan daya yang digunakan untuk menggerakkan blower sebesar 25 kW dan diputar oleh motor listrik induksi tiga fase. Kecepatan putar motor listrik adalah 3000 rpm. Dari hasil perancangan ini didapatkan beberapa catatan penting diantaranya adalah kecepatan pengangkutan berpengaruh pada konsumsi daya yang dibutuhkan. Semakin tinggi kecepatan pengangkutan maka konsumsi daya yang dibutuhkan untuk transfer material dari material intake ke discharge point juga semakin besar. Untuk kapasitas yang sama, penggunaan pipa dengan diameter yang lebih besar akan menghasilkan total equivalent length yang lebih besar. Begitu juga sebaliknya. Selain itu penggunaan pipa berdiameter lebih besar juga mempengaruhi konsumsi daya yang dibutuhkan. Dimana semakin besar diameter pipa maka konsumsi daya untuk pengangkutan juga semakin besar. Kata kunci : vacuum conveyor, dilute phase, air mover

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: vacuum conveyor, dilute phase, air mover
Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Mesin
Depositing User: Esti Handayani
Date Deposited: 17 Jul 2009 06:56
Last Modified: 18 May 2011 06:08
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/3617

Actions (login required)

View Item View Item