HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN TERHADAP UPAH DAN PERSEPSI TERHADAP LINGKUNGAN FISIK KERJA DENGAN KOMITMEN ORGANISASI

SURYOTO , DANANG SHOLEH (2009) HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN TERHADAP UPAH DAN PERSEPSI TERHADAP LINGKUNGAN FISIK KERJA DENGAN KOMITMEN ORGANISASI. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
F100030043.pdf

Download (98kB)
[img] PDF
F100030043.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (939kB)

Abstract

Perusahaan mengharapkan karyawan dapat memberikan komitmen yang tinggi. Untuk itu, perusahaan perlu mengimbangi dengan pemberian penghargaan sehingga terdapat dua rambu sasaran yang dapat terpenuhi yaitu kelancaran organisasi dalam mencapai sasaran serta kepuasan karyawan mendapat imbalan yang memadai baik material mauupun moral. Selain itu, perusahaan diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman dapat menimbulkan persepsi positif karyawan pada perusahaan tentang lingkungan kerjanya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh seluruh karyawan PT Toxindo Prima, Cilacap. Jumlah karyawan PT Toxindo Prima berjumlah 230 karyawan dari berbagai bidang, yaitu bidang Tata Usaha (TU), keuangan, produksi, pengemasan, teknikal, dan Satpam. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah. seluruh karyawan dari berbagai hidang di PT Toxindo Prima, jumlah sampel dalam penelitian ini 69 karyawan (30% dari jumlah seluruh karyawan. Pengambilan sampel dengan teknik random sampling, dengan alasan agar subjek dalam populasi memperoleh kesempatan yang sama sehagai sampel. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode skala komitmen organisasi, kepuasan terhadap upah, dan persepsi terhadap lingkungan fisik kerja. Analisis data menggunakan teknik korelasi regresi ganda. Hasil penelitian menyatakan bahwa: (1) kepuasan terhadap upah dan persepsi terhadap lingkungan fisik dapat dijadikan prediktor (variabel bebas) untuk mengukur komitmen organisasi (variabel tergantung). Semakin tinggi komitmen organisasi maka semakin tinggi pula kepuasan terhadap upah dan persepsi terhadap lingkungan fisik. (2) Kepuasan terhadap upah mempunyai hubungan dengan komitmen organisasi. (3) Persepsi terhadap lingkungan fisik mempunyai hubungan dengan komitmen organisasi. Kesimpulan pene1itian, yaitu: (1) Ada hubungan yang sangat signifikan antara antara kepuasan terhadap upah dan persepsi terhadap lingkungan fisik kerja dengan komitmen organisasi, hasil Rxy(1,2) = 0,840 dengan p = 0,000. (2) Ada hubungan positif antara kepuasan terhadap upah dengan komitmen organisasi, hasil rx1 = 0,801 dengan p = 0,000. (3) Ada hubungan positif antara persepsi terhadap lingkungan fisik kerja dengan komitmen organisasi, hasil rx2 = 0,796 dengan p = 0,001. (4) Tingkat komitmen organisasi tergolong tinggi. (5) Tingkat persepsi kepuasan terhadap upah tergolong tinggi. (6) Tingkat persepsi terhadap lingkungan fisik kerja tergolong sedang. (7) Besarnya sumbangan kepuasan terhadap upah dan persepsi terhadap lingkungan fisik kerja terhadap komitmen diperoleh hasil sebesar R 2 = 0,705 atau 70,5%. Hal ini berarti masih terdapat 29,5% dari beberapa variabel lain yang mempengaruhi komitmen organisasi di luar variabel kepuasan terhadap upah dan persepsi terhadap lingkungan fisik kerja. Variabel lain tersebut, di antaranya: kecerdasan emosi, keadaan psikis tempat kerja, dan motivasi berprestasi. (8) Variabel yang dominan terhadap komitmen organisasi adalah variabel persepsi kepuasan terhadap upah. Sebab secara parsial hasil variabel persepsi kepuasan terhadap upah lebih besar dibandingkan dengan persepsi terhadap lingkungan fisik kerja.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Upah, Kepuasan kerja, lingkungan kerja, komitmen organisasi
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions: Fakultas Psikologi > Psikologi
Depositing User: Gatiningsih Gatiningsih
Date Deposited: 16 Jul 2009 08:04
Last Modified: 16 Nov 2010 12:54
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/3597

Actions (login required)

View Item View Item