TINJAUAN KEKUATAN DINDING PANEL BERTULANGAN BAMBU DENGAN BAHAN TAMBAH POLYESTER, FIBERGLASS, DAN SIKA FUME

REJEKI , DEWI SRI (2009) TINJAUAN KEKUATAN DINDING PANEL BERTULANGAN BAMBU DENGAN BAHAN TAMBAH POLYESTER, FIBERGLASS, DAN SIKA FUME. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[img]
Preview
PDF
D100030061.pdf

Download (99kB)
[img] PDF
D100030061.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Dinding Panel adalah salah satu hasil dari perkembangan teknologi di bidang beton pra cetak. Dinding pracetak bukanlah suatu elemen struktural, yang mana dalam pemakaiannya diupayakan memiliki berat yang relatif ringan sehingga tidak memberikan beban yang berlebihan bagi struktur bangunan. Baja merupakan produk bahan tambang yang suatu saat keberadaannya akan habis. Untuk mengatasi problem tersebut, sebagai alternatif pengganti baja dicoba penggunaan bambu sebagai tulangan yang mempunyai kekuatan tarik yang tinggi, murah serta banyak tersedia. Penelitian yang dilakukan sekarang adalah mencari komposisi campuran mortar yang memiliki kuat tekan terbesar. Kemudian komposisi campuran mortar dengan kuat tekan terbesar dikombinasikan dengan beberapa variasi bahan tambah. Variasi yang dibuat antara lain mortar yang diberi bahan tambah sika fume, mortar dengan bahan tambah sika fume dan fiberglass serta mortar dengan bahan tambah sika fume dan polyester. Prosentase bahan tambah sika fume 7% terhadap berat semen, sedangkan fiberglass dan polyester adalah 0%, 3%, 6%, 9% terhadap berat semen. Dari beberapa variasi campuran mortar tersebut akan diteliti campuran mana yang terbaik untuk dibuat sebagai dinding panel. Setelah diperoleh campuran terbaik maka campuran mortar tersebut dikombinasikan dengan tulangan berupa bambu apus/tali (Gigantochloa apus Kurtz) untuk dibuat dinding panel, yang bertujuan untuk meningkatkan kuat lentur dinding panel tersebut. Tulangan yang digunakan ada 2 variasi bentuk, yaitu berbentuk anyaman susun dan anyaman silang. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh komposisi campuran terbaik yaitu 1 semen : 5 pasir, dengan diperoleh kuat tekan pada usia 28 hari sebesar 6,013 MPa. Setelah diberi berbagai macam variasi bahan tambah, diperoleh bahan tambah sika fume 7% yang menurunkan kuat tekan mortar menjadi 5,293 MPa, pada usia 14 hari. Terjadi penurunan kuat tekan sebesar -13,395% terhadap mortar murni. Kemudian dari mortar dengan bahan tambah dikombinasikan dengan tulangan bambu untuk dibuat dinding panel. Dengan 2 macam variasi tulangan, yaitu anyaman susun dan anyaman silang. Dari pengujian diperoleh nilai tegangan lentur sebesar 7472,16 kN/m2 untuk dinding panel dengan bentuk tulangan susun, dan 6556,77 kN/m2 untuk dinding panel dengan bentuk tulangan anyam.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Mortar, sika fume, fiberglass, polyester, dinding panel, tegangan lentur
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Depositing User: Gatiningsih Gatiningsih
Date Deposited: 13 Jul 2009 08:15
Last Modified: 26 Oct 2011 06:54
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/3503

Actions (login required)

View Item View Item