Subjective Well-Being Pada Guru Paud Di Daerah Rawan

NAWATI, Nurul Fikri Hayuningtyas (2015) Subjective Well-Being Pada Guru Paud Di Daerah Rawan. Skripsi thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA.

[img] PDF (NASKAH PUBLIKASI)
NASKAH PUBLIKASI.pdf

Download (643kB)
[img] PDF (HALAMAN DEPAN)
HALAMAN DEPAN.pdf

Download (717kB)
[img] PDF (BAB I)
BAB I.pdf

Download (156kB)
[img] PDF (BAB II)
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (114kB)
[img] PDF (BAB III)
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (99kB)
[img] PDF (BAB IV)
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (367kB)
[img] PDF (BAB V)
BAB V.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (91kB)
[img] PDF (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (91kB)
[img] PDF (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)
[img] PDF (Surat Pernyataan Publikasi)
Nurul Fikri.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (412kB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan subjective well-being pada guru PAUD di daerah rawan bencana. Informan dalam penelitian ini di pilih secara purposive sampling. Adapun informan adalah guru PAUD desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, berjumlah 5 orang yang memiliki rentang usia 20-40 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data menggunaka teknik wawancara. Hasil penelitian menemukan bahwa kondisi afeksi pada guru PAUD adalah guru merasakan afek positif seperti bahagia, senang, dan suka cita. Kebahagiaan guru semata-mata tidak dinilai dengan gaji atau uang lelah yang diberikan, namun para guru menjalani semuanya dengan hati ikhlas dan niat ibadah dengan mengabdi menjadi guru. Selain itu guru juga mengalami afek negatif seperti guru mengalami kesulitan selama mengajar PAUD sulit mencari tema. Kepuasan hidup yang dialami guru dengan kehidupan sekarang belum merasa puas dikarenakan masih ada harapan atau keinginan yang belum terpenuhi, selain itu pada guru yang belum memiliki anak merasa tidak puas karena idealnya dalam keluarga adalah memiliki anak dan ada rasa kepuasan tersendiri. Yang membuat guru tetap bertahan mengajar PAUD di daerah rawan bencana melihat semangat anak-anak dalam belajar, rasa tanggung jawab yang diberikan oleh masyarakat setempat, dan ingin memajukan pendidikan di desa Balerante. Guru mengabdikan diri mengajar PAUD agar generasi muda bisa bermanfaat bagi orang lain.

Item Type: Karya ilmiah (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Subjective well-being, Guru PAUD.
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > B Philosophy (General)
L Education > LB Theory and practice of education > LB1501 Primary Education
Divisions: Fakultas Psikologi > Psikologi
Depositing User: f100110101
Date Deposited: 27 Jul 2015 01:25
Last Modified: 27 Jul 2015 01:31
URI: http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/34755

Actions (login required)

View Item View Item